Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).  (Foto: beritasatu photo)

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Foto: beritasatu photo)

Saham Bukalapak Kembali Auto Reject Bawah, Bagaimana Prospeknya?

Jumat, 26 November 2021 | 15:51 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali ditutup melemah hingga auto reject bawah (ARB) pada perdagangan akhir pekan ini. Penurunan dalam tersebut sejalan dengan anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berlanjutnya aksi jual asing atas saham e-commerce tersebut.

Berdasarkan data perdagangan BEI, saham BUKA ditutup melemah Rp 40 (6,45%) ke leve terendah baru Rp 580 terhitung sejak listing perdana. Adapun rentang pergerakan saham BUKA hari ini berada dalam kisaran Rp 580-625. Sedangkan pemodal asing kembali lanjutkan aksi jual (net sell) saham BUKA hingga Rp 109,95 miliar di pasar reguler atau menempati urutan kedua dengan nilai net sell terbanyak hari ini.

Penurunan harga tersebut membuat kapitalisasi pasar saham BUKA kembali longsor ke level Rp 44,83 trilliun. Angka tersebut jauh di bawah posisi tertingginya sekitar Rp 100 triliun, ketika harga saham BUKA berada di level Rp 1.060 per saham pada 6 Agustus 2021.

Penurunan harga tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah upaya bisnis yang sedang dilaksanakan perseroan, seperti perseroan baru saja meluncurkan BukuMitra atau aplikasi dari fitur SaaS (Software as a Service) yang selama ini menjadi bagian dari aplikasi Mitra Bukalapak. BukuMitra memberikan kesempatan bagi seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai industri dan tipe bisnis, termasuk warung, kios pulsa, kedai makanan, jasa laundry, social commerce, untuk memiliki sistem pembukuan dan pencatatan hutang yang aman, mudah, dan efisien.

BukuMitra juga menyediakan fitur media promosi dengan pengguna dapat membuat poster, katalog, kartu nama, dan spanduk untuk menyebarkan informasi tentang bisnisnya ke rekan-rekan mereka melalui platform digital seperti messaging app dan media sosial. “Aplikasi Mitra Bukalapak telah membantu 8,7 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya dari warung atau toko yang hanya menjual barang kebutuhan sehari-hari. Ini juga merupakan strategi lanjutan kami," ujar Presiden Bukalapak.com Teddy Oetomo.

Prospek Perseroan

Sedangkan prospek Bukalapak dari analis masih mendapatkan pandangan positif dengan potensi pertumbuhan lebih pesat dalam jangka panjang. Analis CLSA Sekuritas Norman Choong dan Chelene Indriani menyebutkan, Bukalapak berada dalam posisi terbaik untuk mendapatkan keuntungan dari segmen bisnis makanan segar dan pengembangan bisnis model online to offline. Kedua segmen tersebut akan memperkuat posisi perseroan di luar Jawa hingga akhirnya menaikkan pendapatan dalam beberapa kuartal mendatang.

Bukalapak sebelumnya memperkenalkan Bukamart dan bisnis pengiriman makanan segar melalui brand Lokado. “Bukalapak memang bukan satu-satunya perusahaan pengiriman makanan segar, tetapi jika bisnis ini dieksekusi denga baik, kami meyakini bahwa bisnis ini akan berdampak besar bagi perseroan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

CLSA Sekuritas juga menambahkan realisasi kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2021 sudah sesuai dengan ekspektasi. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut pada kuartal terakhir tahun ini. CLSA Sekuritas memperkirakan peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 2,16 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 1,35 triliun. Sedangkan rugi bersih perseroan diperkirakan turun menjadi Rp 1,63 triliun, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 1,83 triliun.

Berbagai faktor tersebut memperkuat keyakinan CLSA Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BUKA dengan target harga Rp 1.250. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan P/TPV tahun 2023 sekitar 0,55 kali.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN