Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kimia Farma. Foto: IST

Kimia Farma. Foto: IST

Saham Dijual Melalui 'e-Commerce', Ini Tanggapan dari Kimia Farma

Kamis, 21 Januari 2021 | 16:24 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menghimbau para investor untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi saham perseroan dan diminta untuk tetap mematuhi ketentuan pasar modal yang ada.

Hal ini sebagai respons atas adanya aksi investor yang menawarkan saham KAEF di salah satu platform e-commerce (OLX) bersamaan dengan saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Direktur Keuangan Kimia Farma Pardiman mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepercayaan investor yang telah berinvestasi saham perseroan di pasar modal. Namun, para investor perlu untuk berhati-hati dalam melakukan perdagangan saham.

“Investor juga perlu untuk memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan pasar modal yang berlaku,” ujar dia dalam keterangan resmi, Rabu (20/1).

Pardiman menambahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan tempat bagi para pelaku saham untuk memperdagangkan setiap saham yang dimiliki dan ingin dibeli oleh para investor. Adapun perdagangan efek di BEI hanya dapat dilakukan oleh anggota bursa (AB) yang juga menjadi anggota kliring penjamin efek Indonesia (KPEI).

“Respons tersebut sebagai bentuk upaya perseroan untuk mendukung pemerintah dalam rangka peningkatan pemahaman investor dalam berinvestasi saham,” ujar dia.

Baru-baru ini, terjadi fenomena baru, yakni berinvestasi dengan menggunakan uang panas atau utang. Fenomena ini dinilai tidak baik oleh pihak BEI. Adapun BEI selalu mengingatkan para investor untuk berhati-hati dalam transaksi.

“Kami mengingatkan untuk tidak menggunakan dana yang bersumber dari pinjaman atau utang, atau dana yang diperlukan untuk kebutuhan sehari hari, atau dana untuk kebutuhan darurat, atau dana kebutuhan jangka pendek lainnya,” ujar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam keterangan resmi.

Menurut Hasan, hendaknya para investor jangan terlalu percaya diri dan berorientasi pada mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya dalam jangka pendek, secara instan. Investor juga diimbau jangan hanya melihat dari sisi keuntungannya semata-mata, tapi juga hendaknya menghitung dan mengelola risiko dalam berinvestasi.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN