Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pengepakan obat di Kimia Farma. (Foto: Antara)

Ilustrasi pengepakan obat di Kimia Farma. (Foto: Antara)

Saham Farmasi dan Infrastruktur Turut Menggerakkan Pasar

Sabtu, 25 Juli 2020 | 15:52 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Saham farmasi dan infrastruktur menjadi sektor yang turut menggerakkan indeks harga saham gabungan (IHSG), meskipun indeks pada perdagangan Jumat (24/7) ditutup melemah 1,21% ke level 5.082,9.

Adapun saham dari emiten farmasi, yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan oleh para investor. Kedua saham itu juga masuk 5 besar top gainers apabila dilihat dalam sepekan.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, masuknya dua saham tersebut ke dalam jajaran top gainers dan teraktif disebabkan oleh induk usaha mereka, yakni PT Bio Farma, yang tengah menjalani kerja sama dengan Sinovac Biotech untuk pengembangan vaksin Covid-19. “Kerja sama itu telah memasuki tahap lanjutan, sehingga memicu aksi investor untuk membeli saham tersebut yang berpotensi menjadi distributor vaksinnya,” kata dia kepada Investor Daily

Menurut Hendriko, dua saham tersebut masih memiliki potensi penguatan, namun peluang yang dimiliki telah mengecil. Apabila dilihat secara teknikal, saham KAEF dan INAF telah mengalami pelemahan trend naik dan ditutup dengan candle yang berpotensi menjadil candle reversal. Selain itu, kedua saham ini juga sudah memasuki radar bursa terkait Unusual Market Activity (UMA), sehingga berpotensi menahan laju penguatan kedua saham ini. 

Hal yang sama diutarakan oleh Equity Analyst PT Philip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr. Menurut dia, Kimia Farma dan Indofarma baru-baru ini terbawa oleh euforia sentimen vaksin, sehingga dinilai cukup spekulatif untuk memasuki kedua saham tersebut sekarang. “Kedua saham tersebut sudah melambung tinggi dan tengah memasuki radar UMA,” ujar dia. 

Zamzami menyarankan bahwa para investor perlu untuk berhati-hati karena melihat perusahaan farmasi di luar negeri yang sedang menjalankan percobaan uji vaksin Covid-19. Menurut dia, masa percobaan tersebut tidak selalu berjalan mulus dan masih panjang jalannya hingga mendapatkan izin dan diproduksi serta didistribusikan secara luas. 

Di sisi lain, saham di sektor infrastruktur juga menjadi motor penggerak IHSG, salah satunya adalah saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang menjadi pemimpin top gainers pada Jumat karena melonjak hingga 35%. “Meskipun melaju 35%, FREN belum mampu menopang indeks, sebab market cap yang dimiliki tidak terlalu tinggi,” ujar dia.

Penguatan saham Smartfren Telecom ini hanya menyumbang 7 poin terhadap indeks. Selain itu, kenaikan saham ini juga didukung oleh laporan kuartal II-2020 yang mencatatkan keuntungan, namun selama semester I tahun ini masih mencatatkan kerugian. Menurut dia, keuntungan ini merupakan untung kuartalan pertama sejak kuartal I-2014. 

Untuk sektor infrastruktur, Zamzami merekomendasikan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan target akhir tahun Rp 4.300, PT XL Axiata Tbk (EXCL) target akhir tahun Rp 3.600, dan PT Indosat Tbk (ISAT) target akhir tahun Rp 3.150.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN