Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi teknisi Indosat Ooredoo merawat jaringan telekomunikasi. (IST)

Ilustrasi teknisi Indosat Ooredoo merawat jaringan telekomunikasi. (IST)

Saham Indosat Disuspensi, Ada Apa?

Jumat, 8 Januari 2021 | 14:11 WIB
Nabil Alfarouq

JAKARTA — Perdagangan saham PT Indosat Tbk (ISAT) disuspensi sementara oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan terkait rencana merger..

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (8/1), aksi penghentian sementara tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan pada hari ini sampai dengan pengumuman lebih lanjut. 

“Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan,” ujar manajemen bursa. 

Berdasarkan data RTI, saham Indosat saat ini berada di posisi stagnan dengan harga di 5.900. Adapun PER saham perseroan berada di minus 52,56 sedangkan kapitalisasi pasar (market cap) berada di Rp 32,06 triliun. 

Negosiasi Merger

Di sisi lain, Ooredoo QPSC telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) eksklusif dan tidak mengikat dengan CK Hutchison Holdings Ltd terkait potensi merger antara PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia. Periode MoU ini berlaku hingga 30 April 2021.

Manajemen Ooredoo mengungkapkan, pihaknya dalam tahap awal untuk menilai manfaat dari transaksi potensial tersebut. Sebagai bagian dari strategi, Ooredoo secara konsisten meninjau prioritas strategis dan posisi pasar di semua basis operasi perseroan, termasuk kontribusinya kepada Grup Ooredoo.

“Kami menekankan, jika tidak ada kesepakatan mengikat terkait kemungkinan merger pada saat pengumuman ini dibuat, kami akan membuat pengumuman lebih lanjut apabila diperlukan,” jelas manajemen Ooredoo dalam keterangan tertulis.

Saat ini, Ooredoo QPSC melalui Ooredoo Asia Pte Ltd mengendalikan 65% saham Indosat. Di lain pihak, Hutchison 3 Indonesia dikuasai oleh Hutchison Asia Telecommunication yang mengoperasikan bisnis CK Hutchison di Indonesia, Vietnam, dan Sri Lanka.

Untuk diketahui, jika kesepakatan awal ini berlanjut ke tahap berikutnya, peta persaingan industri telekomunikasi dalam konteks pelanggan dan kepemilikan frekuensi bakal semakin ketat. Hingga akhir September 2020, Indosat memiliki 60,4 juta pelanggan, Hutchison 3 mengklaim sekitar 38 juta pelanggan. Apabila digabung, jumlahnya sekitar 98 juta pelanggan atau jauh meninggalkan kompetitor terdekatnya, yakni PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang sebanyak 56,8 juta.

Sementara itu, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah melayani 170 juta pelanggan dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melayani 27,5 juta pelanggan hingga akhir kuartal III-2020.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN