Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memotret menggunakan telepon genggam pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung memotret menggunakan telepon genggam pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Saham Infrastruktur dan Konstruksi Mulai Pulih di Ujung Tahun Ini

Senin, 2 November 2020 | 14:56 WIB
Muawwan Dailami ,Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id) ,dan Nabil Alfaruq

JAKARTA, investor.id –  Analis NH Korindo Sekuritas, Ajeng Kartika memperkirakan emiten infrastruktur dan konstruksi mulai pulih pada pengujung tahun ini. Soanya, para emiten mengikuti tender proyek pada semester II-2020.

Alhasil, mereka mulai mengerjakannya pada kuartal IV tahun ini hingga awal 2021. Bahkan, menurut Ajeng, beberapa emiten, seperti PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sudah mulai kembali merambah proyekproyek luar negeri. Nantinya proyek yang berhasil diraih tersebut akan mulai dijalankan pada kuartal-IV tahun ini hingga awal tahun 2021,” ujar dia.

Untuk jangka panjang, kata Ajeng Kartika, sentimen positif bagi sektor konstruksi dan infrastruktur berasal dari UU Cipta Kerja yang belum lama ini disahkan. UU tersebut bakal mendorong pertumbuhan investasi, baik asing maupun domestik

Ajeng mengemukakan, untuk mengakselerasi proyek-proyek infrastruktur, pemerintah perlu memperbanyak kerja sama dengan swasta (public private partnership/PPP). Kendati demikian, investor perlu melihat kualitas penyarapan infrastruktur pemerintah (APBN).

“Sebab jika kasus Covid-19 tidak kunjung reda, ada kemungkinan porsi anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19,” ucap dia.

Dengan prospek tersebut, Ajeng merekomendasikan buy saham PTPP dengan target harga Rp 1.250 dan WIKA pada target harga Rp 1.410 untuk jangka panjang.

Analis PT Philip Sekuritas Anugerah Zamzami. Sumber: youtube
Analis PT Philip Sekuritas Anugerah Zamzami. Sumber: youtube

Di sisi lain, Equity Analyst  Philip Sekuritas Indonesia, Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, akibat pandemi, emiten karya memangkas target kontrak baru. Selain itu, pencapaian kontrak baru dan laba emiten karya pun turun signifikan._

“Emiten-emiten ini butuh katalis positif agar bisa menarik lagi, seperti memfokuskan anggarana pada proyek infrastruktur atau percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar dia.

Menurut Zamzami, apabila ingin berinvestasi di saham infrastruktur, para investor bisa melirik saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP), sebab kedua emiten ini memiliki neraca keuangan yang lebih baik dibandingkan yang lain._

Dia mencontohkan, net gearing Wijaya Karya dan PP masih rendah, masing-masing 0,82 dan 0,92. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) kedua emiten ini masing-masing 4,9 kali dan 8,1 kali.

“Perputaran kas Wika dan PT PP pun lebih baik dibandingkan yang lain apabila dilihat dari cash conversion cycle (CCC)-nya,” tutur Zamzamiyang menargetkan harga WIKA Rp 1.450 dan PTPP Rp 1.150 untuk 12 bulan ke depan. (der/tm/es/az)

Baca juga:

https://investor.id/business/proyek-infrastruktur-mampu-akselerasi-pemulihan-ekonomi

https://investor.id/business/proyek-infrastruktur-pendongkrak-ekonomi

https://investor.id/business/hasil-pembangunan-infrastruktur-sudah-terlihat

https://investor.id/business/pemerintah-harus-prioritaskan-infrastruktur-pengungkit-ekonomi

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN