Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Saham IPO Cetak Gain 70-514%

Oleh Devie Kania, Rabu, 17 Mei 2017 | 15:02 WIB

JAKARTA – Sebanyak enam dari delapan saham yang dilepas melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencetak keuntungan (capital gain) yang fantastis hingga Selasa (16/5). Saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) menjadi saham IPO dengan gain tertinggi, yaitu mencapai 514,3%.


Setelah MINA adalah saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) yang mencetak gain sebesar 256,3%. Kemudian, saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) sebesar 225,2%, saham PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ) sebesar 177,2%, saham Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) sebesar 126,6%, dan saham Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) sebesar 70%.


Sementara itu, dua saham IPO lainnya, yaitu saham PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) dan PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) tidak berhasil mencetak gain atau berada di bawah harga perdana. Pada perdagangan kemarin, PORT minus 4,6% dan CARS minus 2,3%.


Analis senior PT Bina Artha Parama Reza Priyambada mengatakan, melihat kondisi yang ada, pasar terlihat merespons positif keberadaan emiten baru yang melantai sejak awal tahun ini. Meski begitu, masih ada emiten baru yang harga sahamnya belum mencapai Rp 500.


Namun, hal tersebut dapat juga dipandang dengan indikasi kalau harga saham yang masih murah itu, dapat menarik minat investor berinvestasi,” ujar Reza kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (16/5).


Sejalan dengan itu, lanjut dia, emiten tersebut berpeluang meraih pergerakan harga saham yang positif. “Bintraco Dharma yang justru harga sahamnya sudah menyentuh Rp 1.170 juga masih berpeluang baik ke depan. Soalnya, emiten yang memiliki usaha multifinance belum terlalu banyak, dan yang sudah ada cenderung hanya sedikit yang pergerakan harga sahamnya variatif,” kata Reza.


Oleh karena itu, jelas dia, peluang bagi Bintraco Dharma cukup baik sebagai pendatang baru di pasar modal. “Selain Bintraco Dharma, nanti menyusul perusahaan di bidang multifinance yang lain, yakni PT First Indo American Leasing. Nah, karena kedua perusahaan itu masih fresh, jelas perhatian pasar bisa tertuju kepada keduanya,” ungkap dia.


Reza juga menuturkan, sebagai emiten baru, Pelayaran Tamarin Samudra berhasil meraih respons yang baik. Hal itu terlihat dari harga saham saat IPO dibandingkan penutupan perdagangan kemarin, yakni dari Rp 110 menjadi Rp 392 per saham. (jm)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/emiten-baru-di-luar-properti-perkebunan-lebih-prospektif/160261

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA