Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Soho Global Health. Foto: Perseroan.

PT Soho Global Health. Foto: Perseroan.

HARGA SAHAM SOHO MELONJAK 647,25%

Saham IPO Soho Global Diborong Investor Institusi

Selasa, 22 September 2020 | 18:11 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Soho Global Health Tbk (SOHO) memiliki pemegang saham baru setelah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada awal September lalu. Saat ini, special purpose vechicle (SPV) asal Hong Kong, Prysselius Ltd, menjadi pemegang saham baru dengan kepemilikan 8,92% saham dan sisanya saham beredar (free float) yang dikuasai investor ritel mencapai 1,54%.

Sedangkan perdagangan saham SOHO dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan, Selasa (22/9), setelah mengalami lonjakan harga terhitung sejak listing perdana. Saham SOHO telah menguat 647,25% dari Rp 1.820 menjadi Rp 13.600. Hal ini membuat nilai kapitalisasi produsen imboost ini melonjak menjadi Rp 17,26 triliun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Selasa (22/9), pemegang saham lama Soho Global yakni, Eng Liang Tan, Giok Nio Tan, dan Kin Nio Tan dengan kepemilikan masing-masing 38,38%, 9,01%, dan 9,01%. Eng Liang Tan tercatat seabgai presiden komisaris Soho Global sejak 1998, yang telah berkarir pada grup perseroan selama lebih dari 30 tahun. Eng Liang Tan memiliki hubungan kekeluargaan dengan Giok Nio Tan, dan Kin Nio Tan.

Sementara itu, pemegang saham baru perseroan dengan kepemilikan di atas 5%, yakni Prysselius Ltd tercatat beralamat di Tower Two Times Square 1 Matheson street, Causeway Bay, Hong Kong. Prysselius tak sendirian sebagai investor institusi. Dalam daftar pemegang saham Soho, terdapat Cascade Creek Pty Ltd dan Medisia Investment Holdings Pte Ltd yang masing-masing menguasai 12,11% dan 18,4%.

Namun, Cascade Creek dan Medisia Investment masuk ke Soho lewat perjanjian khusus sebelum IPO saham. Saat pencatatan saham perdana (listing) 8 September lalu, Soho menerbitkan saham baru sebanyak 233,52 juta saham untuk Medisia Investment sebagai pemegang obligasi wajib konversi (convertible notes) Soho.

Convertible notes ini merupakan hasil perjanjian yang dibuat antara Soho Global dengan Medisia dan Eng Liang Tan sebagai pemegang saham utama pada 19 Desember 2014, dan kemudian diubah pada 21 Juni 2020. Saat listing, Soho Global turut menerbitkan saham baru sebanyak 153,73 juta saham untuk keperluan konversi waran oleh Cascade Creek Pty Ltd. Waran merupakan hasil dari perjanjian pemberian waran pada saham yang belum diterbitkan (warrant over unissued shares) antara Soho Global dengan Eagle Securities Ltd, dan antara Soho Global dengan Killary Holdings Ltd pada 16 Juni 2014.

Perjanjian ini kemudian diubah pada 19 Juni 2020, di mana waran dialihkan kepada Cascade Creek. Sementara harga pelaksanaan waran yang disetujui adalah Rp 1 juta per waran. Cascade Creek merupakan perusahaan yang berdiri sesuai hukum Australia dan terafiliasi karena memiliki kesamaan pengendali, yaitu Eng Liang Tan.

Direksi

Bersamaan dengan listing, Soho pun membagi-bagikan saham baru untuk direksi dan karyawan lain. Alhasil, kini Presiden Direktur Soho Global Rogelio Paulino Jr. Castillo La O memiliki 0,99% saham, dan direktur perseroan yang lain, yakni Piero Brambati mengantongi 0,78%, Yuliana menggenggam 0,5%, dan Henryk Klakurka mengempit 0,35%.

Sebelumnya, Rogelio Paulino Jr La’ O mengatakan, IPO merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat posisi di sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia. Seluruh dana hasil IPO akan digunakan memperkuat bisnis distribusi yang merupakan aset strategis serta penggerak segmen-segmen bisnis perseroan lainnya

Soho Global mencatatkan pertumbuhan penjualan di atas 10% selama 3 tahun terakhir, dan mencapai kenaikan 40,7% untuk penjualan selama semester I-2020.

Menurut Rogelio, hal ini tidak terlepas dari kemampuan dan kehandalan perseroan untuk mengeksekusi strategi bisnis dan menghadapi tantangan dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Produk unggulan perseroan, Imboost menjadi salah satu merek yang sukses pada kategori obat daya tahan tubuh.

“Pendapatan dari penjualan Imboost tumbuh rata-rata 25% per tahun selama tujuh tahun terakhir. Hingga pertengahan 2020, karena konsumen yang dilayani berada dalam kondisi waspada pandemi, Imboost telah tumbuh lebih dari 100%,” tambah dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN