Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Itama Ranoraya

Itama Ranoraya

Saham Itama Ranoraya Dicermati Bursa, Ada Apa?

Senin, 11 Januari 2021 | 13:57 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan harga saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) sehubungan dengan terjadinya unusual market activity (UMA). Harga saham perseroan dinilai meningkat di luar kebiasaan.

Berdasarakan data harga saham IRRA telah melonjak dari Rp 1.700 pada penutupan perdagangan BEI pada 4 Januari hingga mencapai level tertinggi perdagangan hari ini Rp 3.700.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (11/1), BEI menyampaikan saham Itama Ranoraya mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan. “Dengan adanya aktivitas tersebut, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Itama Ranoraya atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja perseroan serta keterbukaan informasinya,” ujar dia.

Selain itu, investor juga perlu mengkaji kembali rencana corporate action Itama Ranoraya, apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sebelumnya, perseroan mencatatkan lonjakan pendapatan berkisar 90-95% menjadi sebesar Rp 540-550 miliar sepanjang 2020, dibandingkan raihan tahun 2019 senilai 281,8 miliar. Pertumbuhan tersebut juga berimbas terhadap peningkatan signifikan laba bersih.

Direktur Keuangan Itama Ranoraya Pratoto Raharjo mengatakan, lonjakan pendapatan tersebut disumbangkan peningkatan penjualan produk-produk baru perseroan, seperti Swab Antigen Test dan mesin USG yang dipasarkan tahun 2020. Penjualan produk Swab Antigen Test milik Abbott dengan merek Panbio berkontribusi signifikan terhadap total penjualan perseroan.

“Pendapatan tahun 2020 berada di kisaran Rp 540-550 miliar atau bertumbuh sekitar 90-95% dari perolehan pendapatan tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 281,8 miliar. Pencapaiaan tersebut jauh di atas target yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan laporan keuangan audit tahun buku 2020 ditargetkan selesai Februari tahun ini,” ungkapnya melalui keterangan resmi diterima Investor Daily di Jakarta, Minggu (10/1).

Lonjakan pendapatan tersebut, ungkap dia, berimbas terhadap pertumbuhan laba bersih perseroan berkisar 70-80% pada 2020, dibandingkan pencapaian laba bersih tahun 2019 yang hanya senilai Rp 33,2 miliar. “Pertumbuhan laba bersih dalam kisaran 70-80% tersebut jauh di atas target kami sebelumnya dalam kisaran 20%,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengatakan, pencapaiaan gemilang perseroan periode 2020 tersebut diperkirakan bertahan tahun ini. Bahkan, pertumbuhan bisa lebih tinggi tahun ini. Perseroan memasang target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun ini masing-masing berkisar 80-100%.

“Kami optimis penjualan produk non elektromedik (Suntikan ADS), Invitro seperti Swab Antigen Test, mesin plasma, dan USG masih tumbuh pesat tahun ini. Pertumuhan kinerja keuangan tahun ini juga akan didukung pemasaran produk baru dalam portofolio produk kami, yaitu Avimac dengan target pemasaran mulai tahun ini” ungkap heru.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN