Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja IHSG awal perdagangan Jumat pagi (3/4/2020). Sumber: BSTV

Kinerja IHSG awal perdagangan Jumat pagi (3/4/2020). Sumber: BSTV

Saham Sektor Energi Bangkit, BRPT, MEDC dan ELSA Melesat

Listyorini, Jumat, 3 April 2020 | 12:08 WIB

JAKARTA, Investor.id – Saham-saham sektor energi bangkit menyusul sinyal bakal berakhirnya perang minyak antara Arab Saudi dan Rusia. Saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang saat ini merambah sektor energi harganya melesat.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (3/4/2020), saham sektor energi mendominasi transaksi di Bursa Efek Indonesia. MEDC pada sesi pertama naik 10,19% menjadi Rp 476, ELSA naik 9.94% menjadi Rp 199, dan BRPT melesat naik 12,05% menjadi Rp 930.

Selain itu, saham subsektor energi juga ramai diperdagangkan. Saham PT Gas Negara Tbk (PGAS) naik 1,25% menjadi Rp 810, dan saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 2,88% menjadi Rp 107.

Sesi pertama Jumat ini, IHSG ditutup naik 46,10 poin (1,01%) ke level 4.577,79. Level tertinggi indeks pada level 4.594,55, sedangkan terendah 4.531,81. Berdasarkan data RTI, sesi pagi asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp 168,84 miliar.

Saham sektor energi naik signifikan menyusul sinyal positif  kenaikan harga minyak. Jumat pagi, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, sempat melonjak US$ 5,01 atau 24,7% menjadi US$ 25,32 per barel, sedangkan minyak berjangka Brent untuk pengiriman Juni melonjak US$ 5,20 atau 21,0% dan ditutup pada level US$ 25,32 per barel.

Namun, kemudian terkoreksi karena investor ragu terhadap rencana pemangkasan produksi Arab Saudi-Rusia. Terlebih lagi, Amerika Serikat menyatakan tak akan ikut memotong produksi minyak tahun ini, demikian dikutip dari Reuters.

Kondisi ini menyebabkan harga minyak WTI turun 5,2% atau US$ 1,32 menjadi US$ 23,98 per barel. Harga WTI pada Kamis (2/4) sempat naik 24,7%. Sementara itu, harga minyak Brent turun 3% atau US$ 9 sen menjadi US$ 29,05 per barel, padahal Brent sempat meroket hingga 21% pada perdagangan kemarin.

Trump mengatakan ia telah berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan mengharapkan Arab Saudi dan Rusia untuk mengurangi produksi minyak sebanyak 10 juta hingga 15 juta barel. Baik Rusia maupun Arab Saudi mengisyaratkan kesediaannya untuk membuat kesepakatan.

Meskipun hari ini harga minyak telah melambung tinggi, tetapi dianggap masih cukup rendah. Harga minyak telah terpangkas lebih dari 50% pada tahun ini.

Harga Minyak merosot tajam pada awal Maret, ketika Arab Saudi dan Rusia gagal mencapai kesepakatan mengenai pengurangan produksi, dan Arab Saudi meningkatkan produksi menjadi lebih dari 12 juta barel per hari, serta mengirimkan kargo diskon di seluruh dunia.

“Pertanyaannya akan muncul, apakah mereka dapat menyetujui sesuatu? Dibutuhkan beberapa minggu Brent pada US$ 25 dan WTI pada US$ 20. Tampaknya Rusia lebih mudah didekati daripada sebulan lalu," kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut, seperti dikutip Reuters.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN