Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan berada di galeri BEI Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Karyawan berada di galeri BEI Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Saham Sektor Finansial Masih Menarik di 2020

Thereis Kalla, Jumat, 27 Desember 2019 | 16:46 WIB

JAKARTA, investor.id - MNC Sekuritas memproyeksikan saham-saham di sektor finansial masih akan menarik di tahun 2020. Hal tersebut sejalan dengan tingginya bobot sektor finansial terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG).

Analis MNC Sekuritas Victoria Venny mengatakan, saham-saham sektor finansial masih memiliki daya tarik sebagai pilihan bagi para investor, pasalnya sektor finansial memiliki bobot sebesar 38% terhadap IHSG.

“MNC Sekuritas masih meyakini sektor finansial masih menjadi pilihan yang menarik, sejalan dengan tingginya bobot sektor tersebut terhadap IHSG dengan kontribusi 38% terhadap marketcap,” kata Venny kepada Investor Daily belum lama ini.

Venny menambahkan, arah pemerintahan Presiden Jokowi di periode kedua yang terus mendorong perekonomian Indonesia juga turut memberikan sentimen positif kepada dunia usaha, yang secara tak langsung juga berpengaruh kepada sektor finansial.

”Prospek perbankan hingga akhir tahun 2019 ini masih positif terutama pasca terpilihnya kabinet baru karena arah perekonomian diharapkan bisa lebih jelas & memberikan sentimen positif terhadap dunia usaha,” kata dia.

Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia (BI) di sepanjang tahun 2019 yang telah memangkas suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebanyak empat kali diharapkan dapat meningkatkan penyaluran kredit konsumer.

Adapun sebelumnya, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19 Desember 2019 sepakat mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reserve Repo Rate (7DRRR) di level 5%.

 “Namun demikian, kami meyakini beberapa perbankan masih mengkaji tingginya cost of fund seiring ketatnya likuiditas sebelum akhirnya mereka memutuskan menurunkan suku bunga kredit,” ujarnya.

Menurut Venny, saham – saham di sektor finansial masih akan menghadapi beberapa tantangan meski masih banyak sentimen positifnya. Dirinya mengungkapkan, masih ada sentimen negatif bagi beberapa bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait restrukturisasi. Selain itu isu mengenai kasus gagal bayar sejumlah nasabah besar, juga berakibat pada naiknya Non Performing Loan (NPL) dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

“Adapun mitigasi risiko & strategi melakui restrukturisasi, provisi dan write off diperlukan dalam rangka menjaga kualitas aset perbankan,” kata Venn.

Venny merekomendasikan  untuk saham BBRI dengan target harga Rp 4.400 per saham. Tingginya Net Interest Margin (NIM) dan transformasi digital yang tengah dilakukan, menjadi daya tarik bagi saham tersebut untuk tetap dilirik.

Selain itu, saham BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 9.800 per saham. Kemudian saham BBNI juga dapat dicermati karena memiliki valuasi yang menarik. Hal tersebut terlihat dari PBV yang berada di level 1,17 kali dibandingkan dengan perbankan BUKU IV yang ada di level 2,04 kali.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA