Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.

SAHAM GOTO LANJUT NAIK

Saham Teknologi Berjatuhan, Rugi Bersih Induk Shopee Melonjak 37,4%

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:50 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Perusahaan induk e-commerce Shopee, Sea Ltd, mencatatkan peningkatan rugi bersih sepanjang kuartal I-2022. Rugi bersih perseroan naik 37,4% dari US$ 422,09 juta menjadi US$ 580,13 juta hingga Maret 2022. Begitu juga dengan rugi usaha melonjak 81,3% dari US$ 645,4 juta menjadi US$ 1,17 miliar.

Peningkatan kerugian tersebut sejalan dengan lonjakan beban pokok penjualan dari US$ 1,11 miliar menjadi US$ 1,72 miliar. Meskipun, pendapatan perseroan bertumbuh dari US$ 1,76 miliar menjadi US$ 2,89 miliar.

Peningkatan kerugian tersebut telah berimbas negatif terhadap pergerakan harga saham Sea Ltd, yaitu harga saham induk usaha Shopee ini telah terjun 66,7% menjadi US$ 74,20 per saham terhitung sejak akhir tahun 2021 hingga kemarin (year to date/YTD). Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham Sea anjlok ke level menjadi US$ 41,53 miliar.

Baca juga: Prospek Masih Cerah, Tekanan Jual Saham Teknologi Diperkirakan Sementara

Tidak hanya Sea, Grab Holdings dalam laporan keuangan akhir 2021 mencatat peningktan menjadi US$ 3,55 miliar, dibandingkan akhir tahun 2020 dengan rugi bersih US$ 2,74 milliar. Bahkan, sejumlah analis memprediksi rugi bersih perseroan diprediksi berlanjut hingga tahun ini.

Grab Holdings juga mencatakan peningkatan rugi usaha dari US$ 1,29 miliar menjadi US$ 1,55 miliar. Padahal, pendapatan perseroan naik menjadi US$ 675 juta pada akhir 2021, dibandingkan periode sama tahun 2020 senilai US$ 469 juta.

Penurunan kinerja keuangan tersebut berimbas terhadap performa saham ride healing global ini hingga anjlok sebanyak 64,96% dari US$ 7,1 menjadi US$ 2,5 per saham terhitung sejak akhir tahun 2021 hingga kemarin (year to date/ytd). Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) Grab Holdings ambles ke level US$ 10,46 miliar.

Namun, kondisi berbeda dialami saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dalam tiga hari terakhir. Saham GOTO tmelesat signfikan. Kemarin, saham GOTO melesat 24% menjadi Rp 248. Penguatan juga berlanjut pada sesi I, Kamis (19/5), saham GOTO telah menguat Rp 32 (12,90%) menjadi Rp 280 dengan rentang pergerakan Rp 232-280.

Baca juga: GOTO Catatkan Lonjakan Transaksi Selama Ramadan 2022

Kenaikan harga saham tersebut ditengarai berasal dari sentimen positif dipicu peningkatan transaksi GOTO selama Ramadan tahun ini. Hal ini memperkuat optimisme pasar terhadap kinerja keuangan perseroan ke depan.

Saham Teknologi

Penurunan saham-saham teknologi ternyata tidak hanya melanda Grab Holdings dan Sea. Berdasarkan data, hampir seluruh saham teknologi yang tercatat di bursa Wallstreet telah anjlok terhitung sejak akhir tahun 2021 hingga saat ini. Kondisi serupa juga melanda saham-saham teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penurunan saham teknologi tersebut memicu pelemahan indeks Nasdaq sepanjang tahun ini. Indeks Nasdaq telah merosot dari level akhir tahun lalu 15.832,8 menjadi 11.418,15. Bahkan, Rabu (18/5), indeks Nasdaq ditutup merosot 566,37 (-4,73% menjadi 11.418,15. Penurunan dipengaruhi atas anjlokya saham-saham teknologi raksasa dunia.

Berdasarkan data, harga saham Meta Platform telah turun mencapai 43,21% menjadi US$ 102,24 per saham Ytd, saham Tesla Inc turun hingga 40,84% menjadi US$ 709,81 per saham Ytd, saham Amazon turun mencapai 37,14% menjadi US$ 2.142,25 per saham Ytd, dan saham telah turun 27,65% menjadi HK$ 83,25 per saham Ytd.

Begitu juga dengan harga saham Uber telah merosot mencapai 48,9% menjadi US$ 22,46 per saham Ytd, harga saham Gogoro Inc anjlok 52,06% menjadi US$ 4,76 per saham.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN