Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS). Foto: IST.

PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS). Foto: IST.

Sahamnya Melesat, Bumi Benowo Pasang Target Tinggi

Thereis Love Kalla, Rabu, 15 April 2020 | 11:33 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) memproyeksikan penjualan perseroan tahun ini tumbuh 579% dan laba bersih melonjak 808,3%. Perseroan juga berencana membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih tahun buku 2020.

Direktur Utama Bumi Benowo Felix Soesanto optimistis target tersebut dapat tercapai, karena bakal ditopang oleh bisnis e-commerce dan perusahaan logistik pihak ketiga (third party logistics/3PL) yang masih menjanjikan.

“Industri-industri tersebut juga masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, karena didukung oleh realisasi program tol laut pemerintah yang membantu distribusi barang di setiap pulau menjadi lebih efektif,” jelas Felix dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).

Dia menegaskan, lokasi gudang yang strategis yaitu hanya berjarak 3 km dari Pelabuhan Teluk Lamong dan 2 km dari Jalan Lingkar Luar Barat Surabaya, serta potensi dikantonginya izin Pusat Logistik Berikat (PLB), menjadi faktor lain yang akan mendorong kinerja perseroan.

Sementara itu, Bumi Benowo resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah melakukan pencatatan perdana (listing) saham pada Rabu (15/4). Perseroan menjadi perusahaan tercatat ke-25 di BEI tahun ini, sekaligus menjadi perusahaan tercatat ke-690 sepanjang sejarah.

Ketika dicatatkan, harga BBSS langsung melesat 33,3% ke level Rp 160 dari harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang sebesar Rp 120 per saham. Kemudian, hingga berita ini ditayangkan, BBSS terkena penolakan otomatis (auto rejection) batas atas. Harganya naik hingga 35% atau Rp 42 ke posisi Rp 162.

Sebelumnya, ketika IPO, perseroan melepas 1,3 miliar saham atau setara 27% dari modal disetor. Dengan harga Rp 120 per saham, perseroan meraih dana Rp 156 miliar. PT Mirae Asset Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Lebih lanjut Felix mengemukakan, di tengah situasi pasar yang tidak kondusif akibat dampak pandemi virus corona, penawaran saham perseroan melalui proses pooling mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 25,44 kali.

“Tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO perseroan tersebut menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal pada umumnya dan secara khusus pada prospek usaha perseroan,” ujar dia.

Selain menawarkan saham, perseroan juga menerbitkan 650 ribu waran sebagai pemanis bagi investor, dengan rasio 2:1. Setiap pembeli dua saham, berhak mendapatkan satu waran secara cuma-cuma. Waran tersebut dapat dieksekusi menjadi saham oleh investor antara bulan Oktober 2020 sampai dengan April 2021, dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham.

Sesuai rencana, Bumi Benowo akan menggunakan 88% dana hasil IPO untuk membeli tanah seluas 58.719 m2 di Kebomas, Gresik, Jawa Timur, senilai Rp 130,67 miliar. Sisa dana akan dipakai untuk modal kerja pengembangan usaha. “Pembelian tanah merupakan upaya menambah persediaan lahan (landbank) dan nantinya akan dibangun menjadi pengembangan area pergudangan,” tutur Felix.

Perseroan baru menambah landbank sebanyak 6.683 m2 dan 2.250 m2 pada tahun lalu. Dengan demikian, setelah IPO, maka total landbank perusahaan menjadi sekitar 10 hektare.

Hingga kuartal III-2019, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 20,36 miliar, naik 427% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,86 miliar. Kenaikan penjualan disebabkan oleh peningkatan unit gudang yang tersedia untuk dijual. Adapun gudang yang terjual pada 2019 sebanyak enam unit.

Adapun laba bersih hingga kuartal III-2019 naik 406% menjadi Rp 3,85 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 706 juta. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga rata-rata unit gudang sebagai komponen pengali jumlah unit gudang terjual, yang dicatat sebagai pendapatan bersih perseroan, lalu berpengaruh terhadap peningkatan laba bersih.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp 106,59 miliar, meningkat 7,84% dari Rp 98,84 miliar. Total aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp 83,55 miliar dan aset tak lancar sebesar Rp 23,04 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN