Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham di sebuah galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor memantau pergerakan saham di sebuah galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Saham-saham CPO yang Dijagokan Analis, Cek Ya!

Kamis, 7 Oktober 2021 | 06:05 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Saham emiten minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) hingga akhir tahun ini diperkirakan masih prospektif, seiring outlook harga minyak yang terus menguat. Sebab itu, kalangan analis menjagokan sejumlah saham.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, saham CPO masih berpotensi upside yang cukup besar tahun ini, karena didukung oleh faktor produksi yang meningkat pada semester II-2021. “Selain itu, ada sentimen kenaikan harga minyak yang outlook-nya masih meningkat, sehingga ini akan memberikan dampak luar biasa terhadap performa kinerja keuangan emiten tersebut pada kuartal III-2021 dan sepanjang 2021,” kata dia kepada Investor Daily, Rabu (6/10).

Sentimen pendukung lainnya adalah potensi membaiknya permintaan dari India, Tiongkok, dan Eropa yang biasanya kurang bersahabat dengan CPO. Dikutip dari Reuters, impor minyak sawit India pada Septmeber naik dua kali lipat menjadi 1,4 juta ton dibandingkan tahun lalu. Peningkatan tersebut disebabkan oleh naiknya pembelian minyak sawit olahan menjelang festival dan turunnya bea masuk.

Andreas menjagokan saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target harga Rp 2.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp 18.000, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Rp 900, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 1.900.

Sementara itu, analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, saham-saham CPO masih ada peluang melanjutkan penguatan dan bisa dikoleksi dalam jangka pendek hingga menengah. Sebab tren kenaikan harga CPO masih akan terus berlanjut.

“Ekspektasi bahwa harga minyak yang lebih tinggi dan kekurangan kanola akan mendorong lebih banyak permintaan bahan baku biodiesel terhadap minyak sawit, bersamaan dengan persediaan yang menyusut dan gangguan produksi di keduanya. Produsen terbesar dunia adalah Indonesia dan Malaysia,” ujar dia.

Sukarno menjagokan saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Untuk target atau potensi kenaikan dapat dilihat dari kondisi level saat ini, dimana bisa sampai 10-20%. Namun, investor juga perlu waspada terhadap aksi profit taking dalam jangka pendek.

“Saham-saham CPO bisa menjadi favorit investor setelah saham perbankan dan konstruksi BUMN. Tapi potensi kenaikannya berpotensi lebih baik dari perbankan,” ujar dia.

Secara terpisah, Equity Analyst Phillip Sekuritas Dustin Dana Pramitha mengatakan, secara teknikal, investor dapat mencermati saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan target harga Rp 595, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) Rp 1.015, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) Rp 1.790. Investor bisa menerapkan strategi buy on weakness pada saham-saham tersebut.

Pergerakan saham CPO pada tahun ini akan dipengaruhi oleh tingkat permintaan dari negara utama importir CPO yang terus menunjukkan peningkatan konsumsi. Menurut Dustin, merujuk berita dari Malaysia Palm Oil Council, ekspor September berpotensi mencatatkan pertumbuhan sebesar 39,8% atau pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun ini.

“Saya rasa saham-saham CPO bisa menjadi salah satu pilihan investasi pada sisa akhir tahun ini, jika melihat potensi penurunan tingkat produksi dan meningkatnya konsumsi produk sawit,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN