Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Eropa. Foto ilustrasi: AFP

Bursa Eropa. Foto ilustrasi: AFP

Saham-saham di Tiga Bursa Eropa Kembali Berguguran

Gora Kunjana, Jumat, 28 Februari 2020 | 08:13 WIB

JAKARTA, investor.id – Saham-saham di tiga bursa utama Eropa yakni, Bursa Efek Madrid, Bursa Efek Frankfurt, dan Bursa Efek London, kembali berguguran pada penutupan perdagangan Kamis (27/2/2020).

Dimulai dari Madrid, saham-saham Spanyol turun pada penutupan perdagangan Kamis (27/2/2020), setelah sehari sebelumnya menguat, dengan acuan Indeks IBEX 35 di Bursa Efek Madrid merosot 3,55% atau 330,90 poin, menjadi 8.985,90 poin setelah dibuka di 9.316,80 poin.

Kerugian pada Kamis (27/2/2020) berarti bahwa IBEX 35 telah kehilangan 11% hanya dalam enam sesi perdagangan, di hasil terburuk sejak 2011, meskipun ada sedikit kenaikan harga saham pada Rabu (26/2/2020).

Dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks IBEX 35, sebanyak 34 perusahaan berakhir di wilayah negatif, dengan hanya satu saham melihat harganya naik, dengan IBEX 35 jatuh di bawah level psikologis 9.000 poin.

Perusahaan yang terkena dampak terburuk adalah kelompok perusahaan penerbangan International Consolidated Airlines Group (IAG) dengan nilai saham kehilangan 8,85%, menjadi top loser di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Disusul oleh saham bank terbesar keempat di Spanyol Bankia yang jatuh sebesar 5,54%, serta kelompok perusahaan perusahaan media Mediaset turun sebesar 5,08%.

Operator telepon seluler Masmovil Ibercom adalah satu-satunya perusahaan yang melihat kenaikan harga sahamnya di antara saham-saham unggulan, dengan terangkat sebesar 5,87%.

Adapun saham-saham Jerman kembali terperosok pada perdagangan Kamis (27/2/2020), dengan acuan Indeks DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt turun tajam 3,19% atau 407,42 poin, atau 3,19%, menjadi ditutup di 12.367,46 poin.

Seluruh 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks DAX 30 berakhir di posisi merah, dengan kerugian berkisar dari 0,06 -6,39%.

Deutsche Bank, perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional global, menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya jatuh 6,39%.

Dikuti oleh saham maskapai penerbangan Jerman Lufthansa yang merosot sebesar 6,05%, serta perusahaan produsen semikonduktor Infineon Technologies berkurang 5,00%.

Perusahaan asuransi dan jasa keuangan Jerman, Allianz, adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 604,5 juta euro (US$ 662,8 juta).

Sedangkan dari London dilaporkan, saham-saham Inggris melanjutkan tren kemerosotannya pada penutupan perdagangan Kamis (27/2/2020), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London kembali jatuh 3,49% atau 246,07 poin, menjadi 6.796,40 poin.

Sebagian besar dari 100 perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks FTSE 100 berakhir di wilayah negatif dengan kerugian relatif signifikan.

WPP, perusahaan periklanan dan humas multinasional Inggris, menjadi pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya terjun 16,16%.

Disusul oleh saham perusahaan pembuat dan penambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal Evraz yang menukik 10,52%, serta perusahaan perjalanan dan pariwisata multinasional Anglo-Jerman TUI AG jatuh 8,15%.

Di sisi lain, Hikma Pharmaceuticals, sebuah perusahaan farmasi multinasional Inggris, melonjak 4,63%, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham salah satu perusahaan layanan bisnis terbesar di dunia Rentokil Initial yang terangkat 1,69% dan perusahaan asuransi multinasional RSA Insurance Group naik 0,56%.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN