Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memperhatikan pergerakan saham di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim

Investor memperhatikan pergerakan saham di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim

Sambut Paket Stimulus AS, IHSG Melonjak 10%

Ghafur Fadillah/Jauhari Mahardhika, Kamis, 26 Maret 2020 | 11:24 WIB

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (26/3) naik drastis 394,1 poin (10%) ke level 4.332,1 hingga pukul 11.20 WIB. Indeks sempat mencapai level tertinggi pada posisi 4.336. Hal itu seiring optimisme pelaku pasar terhadap paket stimulus fiskal sebesar US$ 2 triliun yang disepakati Kongres AS. Indeks Dow Jones pun melonjak 495,6 poin (2,3%) ke level 21.200, sedangkan S&P 500 menguat 28,23 poin (1,15%) ke level 2.475.

Berdasarkan ulasan Mega Capital Sekuritas, level resistance indeks hari ini 4.100, 4.240, 4.330. Dengan demikian, target level resistance ketiga 4.330 telah tertembus.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan, paket stimulus senilai US$ 2 triliun tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi AS yang melambat akibat pandemi Virus Korona atau Covid-19. “Pemberian stimulus ini akan berlangsung selama empat bulan," sebut Pilarmas dalam ulasannya.

Pilarmas Sekuritas menilai langkah yang dilakukan pemerintah AS tersebut efektif, apabila tingkat penyebaran wabah terkendali dan pemberian vaksin. “Selama wabah tersebut belum dikendalikan, maka kenaikan tersebut hanyalah sementara," jelas perusahaan efek itu.

Sementara itu, Bank Sentral Tiongkok baru-baru ini mengumumkan akan menurunkan tingkat suku bunga deposito dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, di dalam negeri, Indonesia sedang mengkaji beberapa rencana alternatif guna menstabilkan nilai tukar rupiah.

Pilarmas menilai Bank Indonesia saat ini cukup serius menangani pelemahan tukar rupiah dan likuiditas pasar keuangan dengan melakukan intervensi hampir Rp 3 triliun. Hal tersebut seiring dengan aliran modal asing keluar akibat wabah Covid-19 yang hingga saat ini telah mencapai Rp 125,2 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN