Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu aktivitas Samindo. Foto: IST

Salah satu aktivitas Samindo. Foto: IST

Samindo Batal Ekspansi Bisnis Pembangkit Listrik

Muhammad Ghafur Fadillah, Selasa, 24 September 2019 | 21:54 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) batal mengikuti tender Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan berkapasitas 50 Megawatt di Bali. Sedangkan realisasi overburden removal batu bara perseroan hingga akhir Agustus 2019 baru mencapai 61,44% dari total target tahun ini sebanyak 55,7 juta bcm.

Investor Relation Samindo Ahmad Zaki mengatakan, hingga Agustus 2019 realisasi overburden removal batu bara telah mencapai 35,7 juta bcm dari target tahun ini 55,7 juta bcm. Sedangkan produksi batu bara telah mencapai 7,8 juta ton dari target sebanyak 10,7 juta ton.

Sedangkan kinerja keuangan diharapkan tumbuh tahun ini. Menurut dia, pendapatan diharapkan naik menjadi US$ 280 juta pada 2019, dibandingkan perolehan tahun 2018 sebesar US$ 241,11 juta. "Hal ini berkat cuaca yang kondusif bagi penambangan batu bara, sehingga kami optimis target kami dapat tercapai."ujarnya usai konferensi di Jakarta. Selasa(24/9)

Demi tercapainya target tersebut perseroan akan terus menggenjot produksi dengan menambahkan alat-alat baru dari para kontraktor dan menambahkan jadwal shift para pekerja. “Untuk coal getting, kami juga sudah menyeleksi beberapa kontraktor dengan meneruskan kontrak bagi sub-kontraktor yang berkinerja bagus. Kami juga meminta mereka untuk menambah alat-alat berat yang lebih bagus.” jelasnya.

Terkait diversifikasi usaha, Ahmad menjelaskan, perseroan batal mengikuti tender Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bali yang berkapasitas 50 Megawatt, karena saat ini dinilai belum waktu yang tepat bagi perseroan untuk akuisisi. “Saat ini mungkin belum, tapi ke depan apabila ada proyek baru mungkin kita akan pertimbangkan kembali” kata dia.

Perseroan juga menunda akuisisi tambang batu bara tahun ini, meskipun perseroan telah melaksanakan due dilligence dengan beberapa pertambangan. Perseroan awalnya membidik tambang dengan kapasitas batu bara 4.000 kcal per kg dengan cadangan minimal 20 juta ton batu bara.  “Saat ini, ada 3 pertambangan yang sudah due diligence yang sesuai dengan kriteria kami. Namun kami masih mempertimbangkan kondisi yang tepat, karena batu bara bukanlah hal yang mudah diprediksi,” paparnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA