Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). (Perseroan)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). (Perseroan)

Sampoerna Agro (SGRO) Yakin Produksi CPO Bisa Capai Peak-nya

Jumat, 16 September 2022 | 17:37 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menganggarkan capital expenditure (capex) Rp 400-600 miliar pada tahun ini. Direktur Keuangan SGRO Heri Harjanto menjelaskan, anggaran capex tahun ini lebih besar dari tahun 2021.

“Kita ketahui 2020, 2021 karena ada pengaruh pandemi memang beberapa kegiatan itu agak tertunda. Kita akan coba start di tahun 2022 ini. Kalau kita lihat alokasinya itu sebagian besar di kita punya fix aset sekitar 52% tapi juga 48% di plantation aset. Termasuk sebagai program kami untuk memperbaiki infrastruktur di kebun karena kita ketahui supply chain logistik sangat memegang peranan penting dalam bisnis ini,” kata dia dalam Public Expose Live 2022 SGRO, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Cara Antam (ANTM) Kejar Target

Menurut dia, realisasi capex semester I ini sekitar Rp 162 miliar dan sebagian besar 70% untuk capex di plantation asset.

“Kita harapkan kita dapat catch up di semester kedua ini sehingga kita ketahui capex ini sangat penting,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama SGRO Budi Setiawan Halim menyebutkan, dengan kondisi curah hujan yang sangat baik di dalam dua tahun terakhir pihaknya melihat untuk tahun depan produksi akan lebih baik dibandingkan tahun 2022.

Baca juga: Bos Antam (ANTM) Beberkan Progres JV dengan CBL dan LG, juga Rencana Divestasi

“Sedangkan sedikit gambaran untuk tahun 2022, kita melihat bahwa memang di awal tahun cuaca sempat kurang bagus curah hujan sangat tinggi. Akan tetapi di semester kedua ini kami melihat bahwa  produksi akan mencapai peak-nya sehingga hasil panen akan jauh lebih tinggi dibandingkan semester I,” papar Budi.

“Jadi bisa kita estimasi sampai dengan akhir tahun ini nanti untuk full year kita perkirakan produksi CPO  tahun 2022 ini akan bertumbuh di kisar 4-5% dibandingkan tahun 2021 yang lalu,” imbuhnya.

Baca juga: Habiskan Rp 3,31 Triliun, Grup Djarum Tambah 5% Saham Sarana Menara (TOWR)

Perseroan membukukan total penjualan Rp 2,6 triliun pada semester I-2022, atau sedikit menurun 2% yoy dari semester I-2021/ Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari CPO, penyumbang pendapatan terbesar. Pendapatan dari CPO turun 6% yoy akibat volume penjualan CPO yang lebih rendah. Di sisi lain, pada inti sawit (PK) mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 32% yoy, ditopang oleh penguatan harga rata-rata PK.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com