Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Sangat Menjanjikan, Potensi Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II

Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:09 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan potensi penggalangan dana di pasar modal sepanjang semester II-2021 menjanjikan. Hal tersebut mengindikasikan adanya optimisme pada perusahaan-perusahaan yang akan menghimpun dananya di pasar modal Indonesia. Apalagi, adanya pemulihan ekonomi dan pertumbuhan yang terus berlanjut pada semester ini juga mendorong iklim positif bagi ekosistem pasar modal Indonesia.

”Pada semester II-2021, potensi penggalangan dana di pasar modal masih  relatif promising. Hal ini terlihat dari aktifitas efek yang akan dicatatkan di bursa, khususnya saham, oligasi dan sukuk,” kata Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8/2021).

Nyoman menyebutkan, jumlah penggalangan dana berdasarkan perhitungan pipeline sampai 30 Juli 2021 untuk saham, obligasi dan sukuk diperkirakan sebesar Rp 34,4 triliun. Di pipeline saham tercatat sudah ada 25 perusahaan yang berencana untuk mencatatkan sahamnya di BEI dengan perkiraan dana yang akan diperoleh sebesar Rp 5,5 triliun.

Adapun, dana tersebut termasuk IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan target dana Rp 5,5 triliun. Begitujuga dengan unicorn lainnya yang akan listing di sisa paruh tahun 2021.

Include BUKA, namun asumsi menggunakan harga nominal saham krn hasil penjatahan atas public offering belum kami terima. Nilainya akan lebih tinggi dari jumlah tersebut,” kata Nyoman.

Sedangkan dari pipeline obligasi dan sukuk, ada 23 perusahaan dengan perkiraan dana yang akan dihimpun yang mencapai Rp 28,9 triliun. ”Dengan masih adanya waktu sekitar lima bulan lagi sampai dengan akhir tahun 2021, maka potensi penghimpunan dana diperkirakan akan melebihi Rp 34,4 triliun tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, porsi penggalangan dana saham, obligasi dan sukuk di bursa masih lebih besar pada IPO dan masih didominasi oleh pencatatan obligasi dan sukuk. Sampai dengan 30 Juli 2021, obligasi dan sukuk yang diterbitkan korporasi dan tercatat di BEI berjumlah 51 emisi dengan total emisi sebesar Rp 54 triliun, dan diterbitkan oleh 37 perusahaan.

Sedangkan perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa ada 27 perusahaan dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 7,7 triliun. Sehingga total dana yang sudah terhimpun oleh perusahaan-perusahaan yang telah mencatatkan saham, obligasi dan sukuk sebesar Rp 61,7 triliun.

Selain IPO, tambah Nyoman, penggalangan dana lainnya dapat dilakukan melalui right issue oleh perusahaan tercatat. Sampai dengan 30 Juli 2021, sudah ada 16 perusahaan tercatat yang melakukan right issue dengan dana yang berhasil dihimpun sekitar Rp 35,7 triliun.

Selain IPO dan right issue yang diterbitkan oleh korporasi, terdapat pula pencatatan Surat Berharga Negara (SBN). Di mana, sampai dengan 30 Juli 2021 sudah ada 32 seri baru (new listing) SBN yang dicatatkan di Bursa. SBN tersebut terdiri dari pencatatan Surat Utang Negara (SUN) dan Sukuk Berharga Syariah Negara (SBSN). Adapun, jumlah SBN yang sudah dicatatkan di bursa mencapai Rp 125 triliun. Beberapa diantara SBN tersebut, khususnya berupa Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) telah jatuh tempo. 

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN