Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

Sarana Menara Nusantara akan Bangun 47 Ribu Km Jaringan Fiber Optic

Kamis, 27 Agustus 2020 | 08:16 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana membangun 47 ribu km sambungan fiber optic tahun ini. Sedangkan hingga saat ini, perseroan sudah memiliki 34.200 km sambungan fiber optic.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Ghifari mengatakan, perseroan terus mempersiapkan infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung usaha dan juga meningkatkan return untuk pemegang saham.

"Seiring dengan kebutuhan layanan data yang meningkat, kami menjalankan investasi untuk membangun fiber optic sepanjang 47 ribu km di 2020," kata dia dalam acara Konferensi Pers Virtual pada Rabu (26/8).

Selain menambah jaringan fiber optic, perseroan juga terus menambah tower atau menara. Sejauh ini, perseroan sudah memilki 21.271 menara dengan pertumbuhan 500-1.000 menara per tahun. Dengan kepemilikan tersebut, perseroan memiliki 22% dari total menara telekomunikasi di Indonesia.

Adam menjelaskan, untuk bisa memiliki menara tersebut, perseroan memang harus berinvestasi cukup besar di awal. Perseroan, lanjut dia sudah menabung menara sejak 2007 hingga saat ini. Namun dengan investasi besar tersebut, perseroan bisa meningkatkan efisiensi karena tidak perlu lagi menyewa menara dan bisa melakukan divestasi.

"Kami juga terbuka untuk mengakuisisi menara baru jika ada pihak yang menawarkan," papar dia.

Dengan banyaknya menara yang dimiliki, Adam mengklaim, pihaknya bisa menghadapi era 4G sampai tahun 2024 dan bahkan siap untuk 5G. Kesiapan perseroan dalam menghadapi teknologi 5G dilakukan dengan meng-upgrade tower 4G yang ada saat ini. Pasalnya, hal tersebut yang paling mungkin untuk dilakukan. Sementara apabila menggunakan metode yang lain, uji cobanya belum selesai dilakukan di tingkat global.

Sementara itu, hingga semester I-2020, Sarana Menara mengantongi kontrak pendapatan jangka panjang untuk bisnis tower dan non-tower senilai Rp 53,1 triliun. Kontrak tersebut terus berlangsung hingga tahun 2033.

Perseroan tercatat mempercepat pelunasan utang dalam denominasi Yen Jepang senilai JPY 15,6 miliar atau setara US$ 145 juta pada semester I-2020. Selain mengurangi beban utang, perseroan menjaga likuiditas yang tercermin dari kas dan setara sebesar Rp 1,36 triliun per 30 Juni 2020, meningkat 130% dari akhir tahun lalu Rp 593,8 miliar.

Pinjaman yang dilunasi lebih awal tersebut merupakan utang kepada MUFG Bank Ltd. Dalam profil utang luar negeri, perseroan turut memiliki kewajiban global bond yang jatuh tempo pada 2024 senilai US$ 138 juta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN