Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

Sarana Menara Pangkas Utang US$ 145 Juta

Rabu, 5 Agustus 2020 | 14:38 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mempercepat pelunasan utang dalam denominasi yen Jepang senilai 15,6 miliar yen atau setara US$ 145 juta pada semester I-2020. Selain mengurangi beban utang, perseroan menjaga likuiditas yang tercermin dari kas dan setara sebesar Rp 1,36 triliun per 30 Juni 2020, meningkat 130% dari akhir tahun lalu Rp 593,8 miliar.

Pinjaman yang dilunasi lebih awal tersebut merupakan utang kepada MUFG Bank Ltd. Dalam profil utang luar negeri Sarana Menara, perseroan turut memiliki kewajiban global bond yang jatuh tempo pada 2024 senilai US$ 138 juta. Per Juni 2020, Sarana Menara mencatat total gross debt sebesar Rp 17,63 triliun. Rata-rata tingkat bunga pinjaman sebesar 5,9%. Neraca keuangan masih solid dengan rasio net debt to EBITDA sebesar 2,5 kali.

Sementara itu, emiten Grup Djarum ini membukukan laba bersih Rp 1,31 triliun hingga semester I-2020 atau tumbuh 32% dibanding periode sama tahun lalu Rp 993,5 miliar. Seiring itu, pendapatan perseroan mencapai Rp 3,68 triliun, naik 21,8% secara tahunan, dari sebelumnya Rp 3,02 triliun.

Total aset perseroan juga tercatat bertambah, yakni mencapai Rp 34,08 triliun per 30 Juni 2020, meningkat 23,2% dibandingkan total aset per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 27,66 triliun. Nilai tersebut terdiri atas aset lancar Rp 4,02 triliun dan aset tidak lancar Rp 1,36 triliun.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari mengatakan, perseroan menambah 4.776 tower leases dan sambungan fiber 6.600 km selama semester I-2020. Alhasil, perseroan memiliki 21.271 tower dengan 38.122 penyewa dan tenancy ratio 1,79. Selain itu, perseroan turut memiliki 34.200 km fiber optik terutama di Jawa, Sumatera dan Bali.

“Hingga 30 Juni 2020, perseroan telah membelanjakan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 3,74 triliun termasuk anggaran untuk akuisisi menara PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebesar Rp 2,5 triliun,” kata Adam kepada Investor Daily.

Sebagai informasi, perseroan mengalokasikan total capex sekitar Rp 5,7 triliun pada tahun ini, termasuk anggaran akuisisi menara XL. Dengan demikian, perseroan masih memiliki sisa anggaran Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi membangun menara telekomunikasi.

Menurut Adam, pembangunan menara baru ataupun kolokasi tergantung dari kebutuhan para operator telekomunikasi. “Bisa jadi tahun ini penambahan leases itu datang lebih banyak dari co-location ketimbang penambahan menara baru sehingga pengeluaran capex lebih sedikit,” kata dia.

Hingga semester I-2020, Sarana Menara mengantongi kontrak pendapatan jangka panjang untuk bisnis tower dan non-tower senilai Rp 53,1 triliun. Kontrak tersebut terus berlangsung hingga tahun 2033.

Pangsa pasar perseroan di industri menara telekomunikasi sebesar 22%. Tahun ini, manajemen mematok target pertumbuhan pendapatan sekitar 14-15% dibanding tahun lalu atau secara nilai mencapai pendapatan sekitar Rp 7,3-7,4 triliun.

Sebelumnya, Adam menjelaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi menara lanjutan ke depan. Namun, Menurut dia, periode waktu untuk akuisisi tersebut tergantung dari pemilik aset menara. “Sejauh ini kita selalu berusaha jadi partisipan, partisipasi dalam akuisisi strategis kita akan selalu ikut. Sampai saat ini belum ada lelang menara lagi, tapi kalau ada kita akan partisipasi,” kata dia.

Sementara itu, kegiatan usaha perseroan tidak terganggu dampak pandemi Covid-19. Akan tetapi, perseroan harus mengeluarkan biaya tambahan dalam pembangunan menara, meskipun sedikit jumlahnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN