Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati mengamati layar elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati mengamati layar elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Saratoga bakal 'Stock Split' 1:5

Rabu, 7 April 2021 | 06:02 WIB
Nabil Al Faruq

JAKARTA, investor.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (6/4), rasio pemecahan nilai nominal yang diusulkan adalah satu saham dengan nilai nominal 100 per saham, akan berubah menjadi satu saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.

Adapun untuk melancarkan aksi korporasi tersebut, menurut manajemen Saratoga, pihaknya bakal menggelar RUPSLB yang akan diselenggarakan pada Rabu, 28 April 2021.

Dalam rangkaian acara tersebut, perseroan juga akan membahas rencana perseroan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Berdasarkan berita sebelumnya, perseroan akan melakukan buyback sebanyak 0,922% dari modal disetor atau maksimun sebesar 25 juta saham.

Saratoga akan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 150 miliar untuk melancarkan aksi pembelian kembali saham tersebut. Adapun pertimbangan dilakukannya aksi korporasi ini adalah sehubungan dengan pelaksanaan program insentif jangka panjang kepada karyawan perseroan.

Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun. Meskipun demikian, perseroan dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham yang telah dibeli kembali tersebut.

Dalam RUPSLB tersebut, perseroan juga akan menyampaikan rencana untuk menggunakan saham dalam treasuri yang berasal dari pembelian kembali saham untuk Program Insentif Jangka Panjang untuk periode Juli 2020 hingga April 2021.

Di sisi lain, Saratoga Investama Sedaya mencatat laba bersih sebesar Rp 8,82 triliun sepanjang 2020, bertumbuh 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh peningkatan nilai portofolio investasi perseroan yang meningkat 39% menjadi Rp 31,7 triliun pada akhir 2020.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya menyatakan bahwa kinerja portofolio investasi Saratoga yang solid pada saat pandemi 2020 menjadi kunci pencapaian perseroan. Hal itu tercermin dari kenaikan nilai investasi Saratoga di sejumlah perusahaan portofolio dan pembayaran dividen yang konsisten.

“Sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip kehati-hatian dengan mengelola semua risiko dan secara konsisten menerapkan strategi diversifikasi. Pendekatan ini yang terbukti menjaga kami tetap kokoh di tengah ketidakpastian dan membuat kami cepat tanggap dalam merespons segala perubahan yang dinamis,” jelas Michael.

Sepanjang 2020, Saratoga berfokus pada pengembangan strategi perusahaan untuk mempertahankan ketahanan operasional selama pandemi, baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan investasi. Target ketahanan operasional ini terbukti dapat dicapai dengan baik.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN