Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO dan Co-founder Satu Global Investama, Calvin Lutvi. Foto: IST.

CEO dan Co-founder Satu Global Investama, Calvin Lutvi. Foto: IST.

Satu Global Investama Gandeng 3 Perusahaan Properti 'Listing' di BEI

Kamis, 2 Juli 2020 | 12:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Satu Global Investama, penasihat sekaligus perusahaan investasi di bidang pembiayaan IPO financing, menggandeng tiga perusahaan properti untuk mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2020.

Calvin Lutvi, CEO dan Co-founder Satu Global Investama mengatakan, sektor properti yang mulai stabil dibuktikan dengan rebound-nya indeks saham emiten sektor properti pada April 2020, walaupun belum kembali ke posisi awal tahun. “Kami optimistis akan terus naik dan mencapai posisi awal tahun, bahkan mungkin lebih. Karena itu, di tengah pandemi ini, kami berhasil menggandeng tiga perusahaan properti untuk melantai di bursa tahun 2020,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).

Data BEI menunjukkan bahwa saham sektor properti berhasil bangkit dari posisi terburuknya pada akhir April lalu, di level 286. Sebelumnya, kinerja saham sektor properti dan konstruksi turun drastis dari posisi 503 pada awal 2020.

Managing Director Satu Global Investama Wiratama Adhitya menambahkan, pihaknya optimistis bahwa tiga perusahaan properti yang sudah digadang-gadang untuk melantai di bursa tahun ini akan tetap berjalan. “Saat ini, perusahaan terus menyiapkan seluruh proses administrasi atas rencana penawaran umum perdana (IPO) tiga perusahaan properti tersebut,” jelas dia.

Mengenai identitas perusahaan properti tersebut, Wiratama belum mau membuka nama-namanya ke publik. “Tetapi intinya tiga perusahaan properti ini telah membuat target raihan dana segar hingga Rp 30 miliar saat IPO,” ungkap Wiratama.

Tiga perusahaan tersebut mempuyai fundamental yang solid. Selain proyek yang masih berjalan, tiga perusahaan properti itu juga sudah mempunyai cadangan lahan (landbank) untuk pengembangan proyek ke depan. Sesuai rencana, mereka akan menggunakan dana hasil IPO sebagai tambahan untuk ekspansi usaha, pembelian lahan, serta akusisi proyek.

Adapun secara umum, sektor properti Indonesia mulai stabil. Hal ini karena pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang diharapkan bisa berdampak positif dan menggairahkan sektor properti Indonesia. Kebijakan itu adalah Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2020 mengenai Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Semua pengembang menyambut aturan ini, karena ada potensi besar yang dapat mendorong kinerja keuangan perusahaan.

PP Tapera yang disetujui pemerintah akan mendatangkan permintaan ke sektor properti. Program Tapera ini akan menghimpun dana pekerja, baik PNS, TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan pekerja swasta, serta pekerja mandiri untuk pembiayaan perumahan.

Pekerja terdaftar atau peserta Tapera nantinya akan dikenakan iuran simpanan sebesar 3% dari gaji atau upah. Iuran yang dipotong dari gaji pekerja secara periodik itu akan dikembalikan setelah masa kepesertaan berakhir.

Permintaan properti di pinggiran Ibu Kota akan semakin menggeliat sebagai dampak perubahan gaya hidup akibat pandemi Covid-19, dari yang biasa ke mal kini banyak tinggal di rumah. Perumahan dengan harga Rp 300 juta pun makin banyak diburu pembeli.

Faktor pendorong lain adalah pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%, serta tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing menjadi 3,5% dan 5%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN