Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Foto: Laporan tahunan perseroan.

PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Foto: Laporan tahunan perseroan.

Sea Group Dipastikan Jadi Pengendali Bank BKE

Jumat, 15 Januari 2021 | 23:59 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sea Ltd (Sea Group), induk usaha Shopee, secara tidak langsung telah mengendalikan mayoritas saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Transaksi dilakukan dengan mengakumulasi pembelian saham pengendali Bank BKE sejak Januari-November tahun lalu.

Berdasarkan laporan Sea Group kepada otoritas perizinan di Indonesia, perseroan melalui anak usahanya di Hong Kong, Turbo Cash, tercatat mengakuisisi 71,94% saham PT Danadipa Artha Indonesia pada Januari 2020. Selanjutnya, Turbo Cash meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 82,19% pada November 2020.

Sementara itu, Turbo Cash juga mengambil alih 66,66% saham PT Koin Investama Nusantara pada Juni 2020. “Danadipa tercatat menguasai 94,95% saham Bank BKE dan Koin Investama turut memiliki 5,05%, Hal ini membuat Sea Ltd menguasai tidak langsung Bank BKE,” tulis Nikkei Asia dalam laporannya, Jumat (15/1).

Seperti diketahui, Danadipa merupakan perusahaan yang didirikan oleh pengusaha Setiawan Ichlas. Danadipa pertama kali memiliki saham Bank BKE sebanyak 21% pada 2018, kemudian menambah kepemilikan menjadi 92,63% melalui private placement Bank BKE pada awal 2020.

Bank BKE mulai beroperasi pada 1992 dan bertujuan mendukung kesejahteraan pegawai negeri. Per akhir 2019, perseroan memiliki total aset Rp 4,39 triliun dengan kantor pusat di Jakarta serta 8 kantor cabang di Indonesia. Bank BKE sempat berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada awal 2019, namun aksi tersebut akhirnya urung digelar.

Sementara itu, masuknya Sea Group menjadi pemegang saham Bank BKE dinilai menjadi strategi Sea Group memperkuat sektor jasa teknologi keuangan, setelah sebelumnya menguasai pasar e-commerce dan mobile gaming. Sea Group telah meraih lisensi bank digital dari otoritas Singapura pada Desember 2020.

Di Singapura, Sea Grup melalui tiga bisnisnya Shopee, Garena, dan SeaMoney telah saling terintegrasi dalam ekonomi digital. Perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek New York (NYSE) ini sempat meraih US$ 2,57 miliar dari aksi penerbitan saham baru melalui secondary offering pada Desember 2020.

Hal ini membuat Sea Group menjadi perusahaan paling berharga di Asia Tenggara. Sebelumnya, IPO perseroan pada 2017 tercatat sebagai IPO terbesar perusahaan teknologi Asia Tenggara di NYSE.

Sea Group didirikan oleh Forrest Li yang merupakan lulusan Standford Unversity. Entitas Sea Group yang pertama kali berdiri adalah bisnis online gaming, Garena, pada 2009. Kemudian berlanjut ke bisnis layanan keuangan digital, Sea Money pada 2014, dan marketplace Shopee hadir pada 2015.

Persaingan

Di industri e-commerce Tanah Air, Shopee telah menjadi pesaing kuat Tokopedia dalam hal pengunjung konsumen situs. Sementara ShopeePay meluncur pada Agustus tahun lalu dan otomatis menambah semarak layanan e-money terintegrasi.

Sea Group kemungkinan tak tinggal diam melihat potensi bank digital di Indonesia. Apalagi, perusahaan teknologi lain telah mempertegas arah bisnisnya dengan lebih dahulu mengakuisisi saham bank kecil.

Pada Desember 2020, Gojek melalui unit bisnis fintech, PT Dompet Karya Anak Bangsa atau Gopay, resmi mengakuisisi 22,16% saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan total nilai transaksi Rp 2,77 triliun. Kolaborasi antara super-apps dan bank digital ini dinilai menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depan. Kemitraan dengan Bank Jago adalah sebuah pencapaian baru bagi Gojek dalam menyediakan berbagai solusi dari masalah sehari-hari melalui teknologi.

Bank berbasis teknologi seperti Bank Jago akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus membuka akses yang lebih luas kepada layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

“Kolaborasi ini akan menjadi awal dari cara baru dalam menawarkan layanan keuangan kepada para pengguna Gojek. Melalui kolaborasi ini, kami juga dapat mengembangkan model agar bisa bermitra dengan berbagai institusi perbankan lainnya,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN