Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu menara milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)

Salah satu menara milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)

Sejumlah Anak Usaha Sarana Menara (TOWR) Teken Fasilitas Kredit Total Rp 1 Triliun

Minggu, 13 Nov 2022 | 20:29 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui beberapa anak usahanya menandatangani perjanjian perubahan ketiga belas atas perjanjian fasilitas kredit senilai Rp 1 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Anak usaha TOWR dimaksud, meliputi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), PT Komet Infra Nusantara (KIN), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), PT Quattro International (QTR), dan PT Global Indonesia Komunikatama (GIK).

Baca juga: Habiskan Rp 3,31 Triliun, Grup Djarum Tambah 5% Saham Sarana Menara (TOWR)

“Penandatanganan perjanjian perubahan ketiga belas atas Perjanjian Fasilitas Nomor 406/Add-KCK/2022 tertanggal 9 November 2022 antara BCA sebagai kreditur dan Protelindo, Iforte, KIN, SIPR, BIT, QTR, dan GIK masing-masing sebagai debitur,” tulis Sekretaris Perusahaan TOWR Monalisa Irawan dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu (13/11/2022).

Advertisement

Manajemen TOWR menerangkan, tujuan umum perubahan terkait pinjaman tersebut adalah pembiayaan kembali atas pinjaman di bank lain, capital expenditure (belanja modal), dan operating expenses (biaya operasi). Komitmen sebesar Rp 1 triliun tersebut akan jatuh tempo pada 27 bulan setelah tanggal berakhirnya jangka waktu ketersediaan fasilitas kredit.

Baca juga: 2022, Sarana Menara Nusantara (TOWR) Bidik Pendapatan Rp 10,5 T

Dalam keterangan yang sama, perseroan menjelaskan bahwa Protelindo, Iforte, KIN, SIPR, BIT, QTR, dan GIK telah setuju untuk bertanggung jawab secara tanggung renteng terhadap pelaksanaan seluruh kewajiban berdasarkan Perjanjian Fasilitas yang ditandatangani.

“Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tegas Monalisa.

Baca juga: Laba Bersih Sarana Menara (TOWR) Naik Tipis, Ini Pemicunya

Dia juga menjelaskan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud POJK 42 yaitu transaksi sesama perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99% oleh perusahaan terbuka. Fasilitas kredit ini juga merupakan transaksi pinjaman yang diterima secara langsung dari bank, perusahaan modal ventura, perusahaan pembiayaan, atau perusahaan pembiayaan infrastruktur baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Transaksi tersebut di atas bukan merupakan transaksi benturan kepentingan bagi perseroan sebagaimana diatur dalam POJK 42 dan bukan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha,” sambung manajemen emiten konstruksi sentral komunikasi tersebut.

Asal tahu saja, 99,99% saham Protelindo dimiliki secara langsung oleh TOWR, sedangkan Iforte 99,99% sahamnya dimiliki Protelindo. Di sisi lain, 99,99% saham KIN dimiliki Protelindo, sama-sama sebagai anak perusahaan, 99,96% saham SUPR juga dimiliki Protelindo.

Selanjutnya, 100% saham BIT secara tidak langsung dimiliki Protelindo, melalui Iforte dan KIN, sedangkan 99,99% saham QTR dimiliki Iforte. Terakhir, status kepemilikan GIK adalah anak usaha yang 99,99% sahamnya dimiliki SUPR.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com