Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi farmasi. Foto: Laporan Tahunan PT Kalbe Farma Tbk

Ilustrasi farmasi. Foto: Laporan Tahunan PT Kalbe Farma Tbk

Selain IPO Saham, Kalbe Siapkan Strategi Lain Kembangkan Sanghiang Perkasa

Kamis, 27 Agustus 2020 | 18:52 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyebutkan bahwa penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham anak usahanya, PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals), bagian dari upaya penjajakan ekspansi bisnis. Perseroan juga menyiapkan langkah strategis lainnya di luar skenario IPO saham.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernardus Karmin Winata mengatakan, perseroan selalu memiliki rencana untuk ekspansi lebih lanjut guna menopang pertumbuhan bisnis perseroan ke depan. Berbagai langkah dijajaki demi mengembangkan bisnisnya.

“Tidak hanya melalui IPO saham, kami memproses berbagai skenario lain, seperti joint venture, akuisisi, merger, fasilitas pendanaan dari bank, dan lainnya. Kami menjajaki semua langkah strategis tersebut,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (27/8).

Dia menambahkan, Kalbe Farma akan memilih strategi terbaik untuk pengembangan bisnis perseroan ke depan. “Hasilnya nanti dari penjajakan ada sesuatu yang positif dan memberikan value untuk Kalbe Farma, pasti hal tersebut akan dipilih,” ujarnya.

Terkait vaksin, lanjut Bernardus, perseroan tengah berkordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait besaran porsi swasta dalam penyediaan vaksin yang dibutuhkan pemerintah. Pasalnya, hal tersebut dapat menentukan jumlah kapasitas produksi vaksin perseroan yang tentunya akan memerlukan biaya investasi.

Jika besaran dosis vaksin tahap pertama hanya diperlukan sebesar 2–3 juta dosis, dia mengatakan, perseroan dapat memanfaatkan fasilitas fill and finish yang sudah dimiliki perseroan. Namun, apabila pemerintah membutuhkan produksi vaksin hingga 50 juta, perseroan akan menggelontorkan dana Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun untuk investasi kapasitas produksi.

“Kalau sampai dibutuhkan 50 juta dosis, kami tentu harus investasi besar sekitar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun, tergantung berapa banyak yang harus disediakan,” imbuhnya.

Perseroan bersama Genexine Inc sedang menggelar tahap uji klinis fase 1 vaksin Corona di Korea Selatan. Kemudian, uji klinis fase dua dijadwalkan pada Oktober atau November tahun ini dengan target waktu selama enam bulan.

Kalbe Farma juga sedang menunggu juklak dan teknis mengenai insentif pajak dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 45 tahun 2019. Dalam PP 45 tersebut, pemerintah memberikan insentif pajak berupa pengurangan pajak penghasilan (PPh) berkisar antara 200%-300%, yang diberikan kepada perusahaan atau pelaku usaha yang mengembangkan vokasi dan riset. “Hal ini mendorong peran swasta dalam riset penanggulangan Covid-19,” kata dia.

Bernardus menegaskan, langkah pengembangan vaksin yang dilakukan perseroan, untuk menjamin bahwa Indonesia akan memiliki akses terhadap vaksin Covid-19. Langkah ini, ditujukan agar ketersediaan vaksin di dalam negeri tidak tergantung dari luar negeri.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN