Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Selain Vaksin dan Kasus Covid-19, Aksi 'Sell-off' Perparah Turunnya IHSG

Rabu, 9 September 2020 | 14:06 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi II perdagangan Rabu (9/9) masih terperosok di zona merah. Indeks tertekan oleh sentimen negatif terkait perkembangan vaksin Covid-19 terutama setelah perusahaan biofarmasi global, AstraZeneca, menghentikan uji klinis lantaran menimbulkan efek samping bagi para relawan. Kabar tersebut memicu jatuhnya harga saham AstraZeneca yang kemudian merembet ke sejumlah pasar saham global.

Selain itu, pelemahan indeks hari ini juga sebagai dampak dari aksi sell-off saham-saham teknologi di Wall Street. Pada perdagangan Selasa (8/9), saham-saham teknologi yang tergabung dalam kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) anjlok hingga 2,2%. “Aksi sell-off di Wall Street karena valuasinya sudah terlalu tinggi," kata analis Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr.

Adapun sentimen negatif lainnya yakni pelemahan rupiah yang dipicu oleh aksi jual investor asing (net sell) di pasar saham beberapa hari terakhir, serta kekhawatiran mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sebab, tanpa mencapai kesepakatan dagang yang baru dengan Uni Eropa, aksi tersebut berpotensi menyebabkan Hard Brexit.

Secara terpisah, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan, selain sejumlah saham teknologi yang turun harganya akibat aksi profit taking, memanasnya hubungan politik antara AS dan Tiongkok juga turut menambah sentimen negatif pada hari ini. "Sementara itu, India diperkirakan akan menyusul AS dalam jumlah korban yang terpapar Covid-19, yang diikuti oleh gelombang kedua wabah di Eropa," ujar dia.

Founder & CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto menambahkan, pandemi Covid-19 semakin menjadi faktor utama yang menekan IHSG, karena kasus positif di Indonesia terus meningkat. “Angkanya sudah mencapai 200.000 yang positif. Di AS dan beberapa negara lainnya juga melaporkan terjadinya peningkatan kembali," kata dia.

Fendi menegaskan, investor juga memperhatikan penerapan atau pengetatan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19, karena bisa membuat perekonomian kembali terganggu. "Itu yang membuat para investor cenderung lebih wait and see, terutama investor asing,” tuturnya.

Di lain pihak, Pilarmas Sekuritas menyatakan, hal yang turut mempersulit situasi dan kondisi saat ini adalah semakin banyaknya perusahaan di Eropa yang harus tutup gara-gara pandemi Covid-19. Pilarmas menilai bahwa permasalahan tersebut akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan Bank Sentral Eropa dalam waktu dekat.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN