Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Semacom Integrated Tbk (SEMA). (Foto: Ist)

PT Semacom Integrated Tbk (SEMA). (Foto: Ist)

Semacom (SEMA) Mau Tambah Bidang Usaha PLTS dan SPKLU Kendaraan Listrik

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:41 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) berencana menambah bidang usahanya, yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/6/2022), perseroan menegaskan bahwa dengan adanya penambahan bisnis baru, yakni PLTS dan SPKLU, akan berdampak pada kondisi keuangan yang lebih baik, dengan tumbuhnya kenaikan pendapatan SEMA.

Baca juga: Konsolidasi BSI (BRIS) dan UUS BTN, Suntikan Tenaga untuk Industri Keuangan Syariah

Dengan asumsi pendapatan dari PLTS diperkirakan akan didapat pada tahun 2022 dengan proyeksi sebesar Rp 1 miliar, kenaikan atas usaha bisnis baru perseroan tersebut akan tumbuh setiap tahunnya sebesar 415%, 106%, 54,5%, 37,3% dan 25,0% di tahun 2023-2027.

Sementara asumsi pendapatan SPKLU perseroan diperkirakan mulai ada di tahun 2022 dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp 1 miliar, kemudian kenaikan atas usaha bisnis baru tersebut akan tumbuh sebesar 213%, 106%, 54,5%, 37,3%, dan 25% di tahun 2023-2027.

Adapun dengan asumsi beban pokok pendapatan bisnis baru adalah 67% dari pendapatan usaha bisnis baru, dan beban usaha bisnis baru adalah 5% dari pendapatan usaha bisnis baru, maka diproyeksi perusahaan akan mendapatkan laba tambahan.

Dengan mengasumsikan tarif pajak korporasi adalah 22%, maka dengan adanya bisnis baru maka perusahaan memperkirakan akan mendapatkan tambahan laba bersih setiap tahunnya sebesar Rp 440 juta, Rp 2,05 miliar, Rp 4,24 miliar, Rp 6,55 miliar, Rp 8,99 miliar, dan Rp 11,245 miliar mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2027.

Persetujuan atas rencana penambahan bidang usaha, akan diusulkan dan dimintakan persetujuan kepada RUPSLB yang akan diselenggarakan oleh perseroan bersamaan dengan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.

Semacom Integrated bergerak dalam kegiatan usaha produksi panel listrik, perakitan baterai listrik, dan energi terbarukan. Perseroan merupakan salah satu perusahaan produksi panel listrik terkemuka di Indonesia. Perseroan merupakan pemilik lisensi pertama di indonesia dari Siemens untuk memproduksi panel-panel listrik type-tested di mana sejak tahun 2009 perseroan memproduksi panel listrik type-tested.

Sejak 2020, perseroan berencana untuk memperluas bisnisnya sebagai penyedia teknologi listrik yaitu baterai listrik dan energi terbarukan. Perseroan melihat adanya peluang di bidang ketenagalistrikan Indonesia, di mana saat ini Indonesia sedang fokus pada pengurangan emisi karbon dengan mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya adalah energi surya.

Selain itu, Indonesia juga mulai fokus untuk beralih ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) atau battery electric vehicle untuk transportasi jalan.

Baca juga: Ada yang Mau IPO Lagi, Nih! Aman Agrindo (GULA) Buka Harga di Rp 250-300

Kegiatan usaha tersebut saat ini bukan merupakan salah satu dari bidang usaha perseroan. Perseroan telah menghitung dengan seksama atas peluang usaha dan jasa yang dapat dijalankan secara berkelanjutan dan perseroan berkeyakinan bahwa perseroan mampu memanfaatkan peluang tersebut, guna memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Oleh sebab itu, perseroan berencana akan melakukan perubahan kegiatan usaha berupa penambahan bidang kegiatan usaha (perubahan kegiatan usaha/PKU).

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com