Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
M Gold Apartment. Foto: PT Metropolitan Land Tbk (Metland)

M Gold Apartment. Foto: PT Metropolitan Land Tbk (Metland)

Semester I, 'Marketing Sales' Metland Capai 48% dari Target

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:31 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland membukukan marketing sales yang terdiri atas pre-sales dan recurring revenue sekitar Rp 768 miliar hingga semester I-2021 atau 48% dari target tahun ini Rp 1,6 triliun. Proyek Metland Menteng, Metland Cibitung, dan Metland Cyber City, menjadi penyumbang penjualan marketing terbesar.

Direktur Metland Olivia Surodjo menjelaskan, pihaknya tengah menggenjot pendapatan dari proyek-proyek lainnya seperti perumahan di Kertajati, Metland Kertajati, dan juga mix use Cawang, Jakarta. Selain itu, proyek Metland Hotel Puri di kawasan Metland Cyber City.

“Kami juga akan melanjutkan pengerjaan proyek kami yang sempat tertunda karena pandemi tahun lalu, misalnya Hotel Horison Kertajati di Majalengka, Jawa Barat dan Royal Venya Ubud,” jelasnya kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Olivia menambahkan, untuk memaksimalkan penjualan, perseroan terus menggenjot penggunaan digital channel. Salah satunya dengan membekali sales perseroan dengan kemampuan presentasi secara virtual.

Selain itu, perseroan berkomitmen membantu masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan memiliki rumah tapak di masa pandemi. Metland menawarkan promo menarik untuk konsumen dengan memberikan kemudahan cara bayar, free biaya-biaya, serta dukungan insentif dari pemerintah untuk subsidi PPN 100 % yang diharapkan meningkatkan penjualan.

“Menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK), kami menyambut baik dan sudah mempersiapkan produk-produk inden yang bisa mendapatkan insentif PPN dengan target serah terima bulan Desember 2021,” ujar dia.

Olivia menuturkan, respons dari calon konsumen sangat baik terhadap promo tersebut. “Kami sudah menarik reservasi untuk produk-produk indent di beberapa proyek tinggal menunggu surat edaran resminya saja sehingga bisa kami lakukan closing penjualan,” kata dia.

Dengan berbagai strategi dan juga dukungan dari pemerintah, Olivia menargetkan pertumbuhan aset sebesar 5-10%, serta pendapatan dan laba bersih bertumbuh di atas 20%. Adapun di periode yang sama, Metland telah merealisasikan capital expenditure (capex) sekitar Rp 143,8 miliar dari total yang dianggarkan yakni Rp 550 miliar. Capex digunakan untuk pembelian tanah dan infrastruktur proyek.

Realisasi capex tersebut sejalan dengan rencana Metland pada tahun ini untuk aktif dalam akuisisi lahan baru. Untuk diketahui, lahan yang akan dibeli perseroan berasal dari proyek eksisting, seperti yang berlokasi di proyek Cibitung, Kertajati, dan proyek lainnya. Tahun ini, perseroan menargetkan akuisisi lahan senilai Rp 205 miliar. 

Hingga Maret 2021, Metland mencatatkan pendapatan Rp 191 miliar, yang ditopang penjualan properti Rp 109 miliar dan pendapatan berkelanjutan Rp 82 miliar. Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba bersih Rp 51 miliar, dengan marketing sales Rp 275 miliar. Metland juga telah menetapkan pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih tahun buku 2020 dengan total Rp 54,43 miliar atau Rp 7,11 per saham.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN