Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Telkom

Telkom

Semester I, Telkom Cetak Laba Bersih Rp 10,99 Triliun

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 07:18 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja semester I-2020 dengan mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp66,9 triliun. Angka ini menunjukan penurunan sebesar 3,58% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp69,34 triliun.

Seiring dengan pendapatan, posisi laba bersih Telkom juga mengalami penurunan tipis 0,80% dari Rp11,07 triliun periode 30 Juni 2019 menjadi Rp10,99 triliun di semester I-2020.

Sementara posisi EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) tercatat meningkat sebesar 8,9% YoY menjadi Rp36,08 triliun dan margin EBITDA tumbuh 6,2 ppt menjadi 54,0%. Margin laba bersih juga menunjukkan kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 16,4% dari sebelumnya 16.0%.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengakui, pandemi Covid-19 membawa dampak terhadap perekonomian dan industri telekomunikasi, kendati begitu menurutnya Telkom berhasil mencatat kinerja dengan peningkatan profitabilitas.

“Margin EBITDA dan margin laba bersih tercatat tumbuh dibandingkan tahun lalu. Kinerja Perseroan yang sehat juga tercermin dengan meningkatnya Arus Kas dari Kegiatan Operasi yang tumbuh 23,4% menjadi Rp34,2 triliun," paparnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (8/8/2020).

Dipaparkan, kinerja bisnis ini tidak lepas dari peningkatan lini bisnis Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome yang pendapatannya tumbuh masing-masing 13,5% dan 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara entitas anak, Telkomsel yang fokus pada segmen bisnis Mobile, mencatat pertumbuhan pada bisnis digital sebesar 13,5% menjadi sebesar Rp31,9 triliun dengan total kontribusi yang tumbuh signifikan hingga 72,4% dari total pendapatan Telkomsel.

Menurutnya pencapaian ini didorong oleh 160,1 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 105,1 juta. Hal ini menyebabkan konsumsi layanan data tumbuh 43,8% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 7.037 MB per pelanggan data dan menjadi tren positif bagi broadband ARPU. Begitupun dengan lalu lintas data yang juga meningkat 40,3% menjadi 4.255.250 TB.

Sementara untuk memperkuat infrastruktur dan mengembangkan bisnis digital, sepanjang semester I-2020 Telkomsel telah membangun sebanyak 15.831 BTS 4G. Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 228.066 unit atau tumbuh 11,7 YoY dengan BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 177 ribu unit atau 77,9% dari total keseluruhan.

Adapun layanan fixed broadband IndiHome mencatat pendapatan sebesar Rp10,4 triliun yang dikontribusi dari 7,45 juta pelanggan. Jumlah pelanggan ini tumbuh 24,2% dari periode yang sama tahun lalu. “Meski dihadapkan pada situasi pandemi, IndiHome berhasil menambah lebih dari 448 ribu pelanggan baru sepanjang enam bulan pertama 2020,” ujar Ririek.

Sementara itu segmen Enterprise terus menerapkan kebijakan bisnis dengan berfokus pada pembenahan secara fundamental yang diikuti perbaikan lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi. Salah satu lini bisnis yang menjadi fokus Perseroan adalah data center. Saat ini Telkom memiliki data center di 22 lokasi dan baru saja melakukan groundbreaking data center tier 3 & 4 yang tahap pertamanya diperkirakan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2021.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business mencatatkan peningkatan pendapatan 13,9% terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Realisasi Capex

Seiring sejumlah penngembangan infrastruktur, emiten dengan kode saham TLKM ini menyampaikan progres capital expenditure (capex) atau belanja modal di semester I-2020 yang mencapai Rp12 triliun. Dana tersebut terutama digunakan untuk membangun infrastruktur broadband  baik untuk mobile maupun fixed broadband.

Pada bisnis mobile, belanja modal dialokasi untuk pengembangan kualitas dan kapasitas jaringan 4G serta pengembangan sistem IT. Sementara untuk fixed broadband, belanja modal digunakan untuk pembangunan jaringan akses serat optik ke rumah serta jaringan backbone.

“Situasi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung memberikan ruang bagi akselerasi digital. Telkom melihat peluang ini untuk menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung oleh digital connectivity dan digital platform yang kuat,” ujarnya.


 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN