Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Telkom Tbk Ririek Adriansyah, dalam diskusi sesi I hari pertama (13/7/2021), Investor Daily Summit 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Direktur Utama PT Telkom Tbk Ririek Adriansyah, dalam diskusi sesi I hari pertama (13/7/2021), Investor Daily Summit 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Semester I, Telkom Raih Laba Rp 12,5 Triliun

Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:33 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 12,5 triliun hingga semester I-2021. Nilai ini meningkat 13,3% dari periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menjelaskan, peningkatan laba disebabkan oleh optimalisasi kinerja produk dan layanan digital perusahaan yang beragam.

"Salah satu produk digital Telkom yang mencatat pertumbuhan positif adalah IndiHome, penyedia jasa fixed broadband bagi masyarakat," kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (31/8).

Dari sisi pendapatan, Telkom membukukan sebesar Rp 69,5 triliun atau bertumbuh 3,9% dari periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp 37,8 triliun atau bertumbuh 4,7% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Marjin EBITDA perseroan meningkat dari 54,0% pada kuartal II-2020 menjadi 54,4% pada kuartal II-2021. Konsistensi kinerja diraih Telkom Indonesia berkat komitmen perusahaan melakukan transformasi bisnis untuk menjadi digital telco terdepan di Indonesia dan bahkan regional.

Secara detail, pendapatan IndiHome sepanjang paruh pertama 2021 tumbuh 24,2% menjadi Rp 12,9 triliun, dengan marjin EBITDA yang juga bertumbuh, dari 38,6% per Juni 2020 menjadi 47,6% per Juni 2021. Hal ini tidak lepas dari penambahan pelanggan dan ARPU yang kian membaik, sebagai dampak dari layanan add-ons yang semakin diminati dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Kemitraan dengan konten provider global berdampak signifikan terhadap layanan IndiHome. Kontribusi pendapatan IndiHome terhadap pendapatan konsolidasi TelkomGroup naik menjadi 18,5% per Juni 2021, naik dari sebelumnya 15,5% pada periode sama tahun lalu.

Kinerja positif IndiHome dicapai berkat berbagai upaya pemasaran yang telah dilakukan seperti mendorong pelanggan untuk upgrade layanan dan kecepatan, serta paket add-ons yang bervariasi. Upaya ini berdampak pada peningkatan ARPU menjadi Rp 270 ribu dibanding kuartal pertama 2021 sebesar Rp 266 ribu.

Pelanggan IndiHome tercatat bertambah 285 ribu pelanggan sejak awal tahun, sehingga total jumlah pelanggan IndiHome hingga kuartal II-2021 mencapai 8,3 juta orang, naik 11,4% dari periode sama tahun sebelumnya. Beragam konten bisa dinikmati pelanggan IndiHome seperti program-program hiburan, film, dan tayangan serial oriental yang kini hadir melalui paket Dynasty Lite Minipack. Selain itu, IndiHome juga baru saja meluncurkan kanal terbaru untuk anak-anak bernama IndiKids.

Segmen Mobile

Pada segmen mobile, pendapatan digital business Telkomsel mencapai Rp 33,36 triliun atau tumbuh 4,7% secara tahunan. Kontribusi pendapatan layanan digital terhadap total pendapatan Telkomsel naik dari 72,4% per kuartal II-2020 menjadi 77,3% per kuartal II-2021. Pertumbuhan ini tak lepas dari basis pelanggan Telkomsel sebesar 169,2 juta orang, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 117,7 juta pelanggan atau tumbuh 12% secara tahunan.

Lalu lintas data segmen mobile juga tumbuh 54,5% secara tahunan menjadi 6.573.499 Terabyte. Layanan Telkom dapat berjalan optimal berkat operasional 237.300 Base Transceiver Station (BTS) dengan 187.048 di antaranya berbasis 3G atau 4G. Total, jumlah BTS yang dimiliki Telkomsel tumbuh 4% per Juni 2021.

“Telkom berkomitmen melakukan transformasi digital secara konsisten dengan menyediakan berbagai produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat di era kenormalan baru. Kehadiran konektivitas, platform dan layanan digital terbaik dari Telkom diharapkan dapat membantu masyarakat dalam beraktivitas, sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia akan semakin membaik ke depannya,” ujar Ririek.

Segmen Enterprise

Peningkatan kinerja Telkom juga terjadi pada segmen enterprise, dengan pendapatan mencapai Rp 8,7 triliun atau tumbuh 12,2% secara tahunan. Pertumbuhan segmen ini berasal dari layanan IT dan solusi konektivitas. Ini merupakan bukti dari strategi bertumbuh yang dijalankan Telkom dengan mendorong digitalisasi pelanggan korporasi melalui konektivitas yang andal sebagai core competencies perusahaan dan layanan yang beragam. Hal ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN agar Telkom dapat berperan sebagai digital hub bagi BUMN.

Selain itu, pendapatan perseroan dari segmen wholesale dan international business juga naik 1,2% secara tahunan menjadi Rp 6,9 triliun. Peningkatan ini disebabkan adanya pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi, data center, dan A2P service. Data center menjadi platform digital yang permintaannya tumbuh signifikan seiring dengan peningkatan aktivitas pemain di bisnis digital.

Selain itu, dari bisnis menara telekomunikasi, Mitratel sebagai anak usaha Telkom yang saat ini memiliki lebih dari 23 ribu menara atau tumbuh 45% secara tahunan, memiliki tenancy ratio 1,57 kali dari yang sebelumnya 1,54 kali pada Juni 2020. Mitratel melakukan berbagai langkah sebagai pelaku industri menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, yang mendukung beragam kebutuhan tidak hanya bagi TelkomGroup tapi juga tenant lainnya. Sehingga Mitratel bersiap untuk mengoptimalkan value creation selanjutnya melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi.

Bisnis Digital

Pada bisnis digital, transformasi bisnis yang dilakukan Telkom memperlihatkan hasil yang cukup baik. Dalam upaya mengembangkan bisnis digital, TelkomGroup menerapkan tiga strategi utama, yakni build dengan membangun kompetensi internal, borrow melalui kemitraan strategis, dan buy melalui akuisisi dan investasi yang mengutamakan synergy value TelkomGroup.

Telkom berkomitmen menjalin kerja sama atau kolaborasi dengan berbagai perusahaan teknologi besar (tech giant) baik domestik maupun global. Salah satunya adalah pada Agustus 2021 Telkom resmi melakukan penjajakan kerja sama dengan Microsoft Indonesia. Telkom juga mengucurkan investasi untuk perusahaan digital skala besar maupun perusahaan rintisan, seperti Telkomsel yang menambah nilai investasi pada perusahaan teknologi GoJek pada Mei 2021.

Melalui perusahaan ventura MDI, Telkom juga konsisten menambah nilai dan jumlah investasi pada perusahaan-perusahaan rintisan (startup) potensial dari dalam dan luar negeri. Saat ini, melalui MDI Telkom telah berinvestasi pada 50 startup yang berasal dari 12 negara.

Strategi investasi pada startup yang dilakukan perseroan tidak semata fokus pada peningkatan nilai investasi (capital gain) saja. Investasi juga dilakukan untuk mendapatkan peluang kolaborasi yang bisa dilakukan para startup terhadap berbagai lini bisnis di TelkomGroup untuk membangun sinergi dalam meningkatkan bisnis dan profitabilitas perusahaan.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN