Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Semester II, BEI Tambah Amunisi untuk Gairahkan Pasar Saham

Farid Firdaus, Rabu, 1 Juli 2020 | 09:06 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan strategi untuk mengembalikan pre-opening, jam perdagangan, dan ketentuan auto rejection batas bawah ke standar normal sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, BEI juga menjadwalkan peluncuran indeks saham baru demi menggairahkan pasar pada Agustus 2020.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono Widodo mengatakan, pihaknya masih berdiskusi dengan OJK terkait waktu yang tepat untuk mengembalikan sistem perdagangan seperti sebelum 13 Maret 2020. Pihaknya menilai saat ini volatilitas di pasar saham telah berkurang, atau tidak seperti dua atau tiga bulan lalu.

“Kami sedang melihat secara keseluruhan bagaimana trading di market apabila dikembalikan ke posisi normal. Kami diskusi dengan pelaku pasar, anggota bursa, dan OJK,” jelas Laksono, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (30/6).

Sebagai informasi, saham-saham yang masuk daftar dapat diperdagangkan pada pre-opening adalah saham-saham LQ45. Sedangkan ketentuan auto rejection bawah sebelumnya adalah batas penurunan hingga 10% yang selama pandemi menjadi 7%.

Menurut Laksono, saat ini sebenarnya pengembalian jam perdagangan ke normal belum menjadi urgensi pelaku pasar modal. Hal ini pernah didiskusikan dengan para anggota bursa, yang menimbang pandemi Covid-19 belum tuntas dan mengantisipasi potensi penularan pada karyawan. “Kalau dilihat grafik trading saham di BEI pun selalu berbentuk U shape, yang artinya selalu ramai di awal dan di akhir perdagangan,” jelas dia.

Pada saat yang sama, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya merancang dua indeks baru yang dijadwalkan meluncur tahun ini. Terdekat, indeks yang siap diluncurkan bernama IDX Quality 30 yang berisi 30 anggota konstituen. Saham-saham penghuni indeks ini disaring dari penghuni indeks IDX80.

Hasan menambahkan, penghuni indeks anyar ini harus memenuhi sejumlah variabel penilaian seperti rasio return to equity (ROE), rasio debt to equity (DER), stabilitas pendapatan, struktur permodalan, dan posisi keuntungan. Dengan demikian, konstituen IDX Quality 30 seluruhnya dinilai berdarkan fundamental kinerja perusahaan.

BEI, lanjut dia, telah melakukan proses jajak pendapat dengan pelaku pasar guna menadapat masukan terkait peluncuran indeks tersebut. Selan itu, satu indeks baru yang disiapkan adalah indeks yang mengacu pada perusahaan ramah lingkungan atau memenuhi standar environment, social, dan governance (ESG).

Jika IDX Quality 30 direncanakan meluncur pada Agustus 2020, maka indeks dengan tema ESG ini dijadwalkan hadir sebelum tutup tahun 2020. “Kami akan pilih mitra global player yang melakukan scoring pada saham-saham perusahaan kelompok ESG. Kami menilai, indeks ini tak hanya akan menarik minat investasi di kalangan domestik, tapi juga menarik investor asing,” jelas Hasan.

Dewan Komisaris

Sementara itu, RUPST BEI menyetujui pengangkatan anggota dewan komisaris untuk masa bakti 2020-2023. Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan bahwa John A Prasetio tetap menjabat sebagai komisaris utama. Mohammad Noor Rachman Soejoeti mewakili unsur regulator, Heru Handayanto dan Karman Pamurahardjo mewakili anggota bursa, serta Pandu Patria Sjahrir sebagai komisaris yang mewakili unsur emiten.

Sebagai informasi, Pandu Sjahrir merupakan salah satu nama baru yang masuk jajaran komisaris BEI. Selama ini, pria kelahiran 17 Mei 1979 tersebut dikenal sebagai keponakan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Pandu juga menduduki kursi dewan komisaris Gojek sejak 2017 dan direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA).

Tak ketinggalan, Pandu turut menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) untuk periode 2018-2021. Adapun latar belakang pendidikan Pandu antara lain sarjana di University of Chicago, AS, dan pendidikan S2 di Master of Business Administration dari Stanford Graduate School of Business, AS.

RUPST BEI ini dihadiri oleh 93 pemegang saham atau 95.87% dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara. Secara aklamasi, pemegang saham menyetujui laporan tahunan 2019 dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN