Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sky Energy Indonesia Tbk. Foto: Perseroan.

PT Sky Energy Indonesia Tbk. Foto: Perseroan.

Sempat Batal, Sky Energy Indonesia Kembali Gelar Rights Issue.

Rabu, 23 September 2020 | 06:51 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) berencana melakukan kembali hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue  dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp 99 miliar. Rencana ini sebelumnya sempat batal karena telah melewati batas waktu penyelenggaraan.

Komisaris Independen Sky Energy Indonesia, Christopher Liawan menjelaskan, penggalangan dana melalui aksi ini dilakukan lantaran perseroan membutuhkan modal kerja pada pabrik kedua perseroan yang berlokasi di Cisalak, Depok. Pada aksi ini perseroan berencana melepaskan saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 500 per lembar.

“Kami masih belum menentukan berapa banyak saham yang akan kami terbitkan, hasilnya akan keluar berbarengan dengan izin yang akan kami minta dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Oktober 2020 nanti,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Selasa (22/9).

Adapun pabrik baru ini akan mulai beroperasi pada Oktober mendatang. Dalam pembangunanya perseroan menghabiskan biaya sebanyak Rp 100 miliar. Seperti diketahui sebelumnya perseroan mengoperasikan satu pabrik yang berlokasi di dengan kapasitas produksi 200 MegaWatt (MW) Solar Module yang berlokasi di Wanayaran, Bogor.

Lebih lanjut, Christopher mengatakan pabrik baru ini memiliki kapasitas mencapai 200 Megawatt (MW) solar cell, ke depannya perseroan juga berencana memperbesar total kapasitas produksi dengan pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Sentul, Bogor agar dapat mengejar target total kapasitas produksi Solar Cell dan Solar MOdule masing-masing 700MW dan 800 MW. Rencana ini diproyeksikan memakan biaya hingga Rp 145 miliar.

Besarnya target ini sejalan dengan visi Sky Energy untuk menggaet sejumlah kontrak dari rencana penggunaan EBT pada pulau Belitung dan Kalimantan oleh PLN dengan total nilai dana yang dianggarkan mencapai Rp 61,5 triliun.

“Bahkan terbilang kecil bila dibandingkan dengan proyek-proyek yang akan kami ikuti, maka dari itu perlu setiap dua tahun sekali kami lakukan peningkatan kapasitas,” ujarnya.

Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 September lalu memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan emiten berkode JSKY baik dari pasar reguler maupun tunai. Menanggapi hal ini Christoper menilai meningkatnya harga saham perseroan tersebut disebabkan oleh rencana rights issue dan meningkatnya harapan para investor pada perseroan yang didukung oleh pemerintah dari segi bisnisnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN