Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sentimen Apa yang Paling Keras Memukul IHSG? Omicron atau The Fed?

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:44 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pada perdagangan sesi I, Selasa (25/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menyentuh level support IHSG kembali lagi ke 6.500. Disinyalir ada dua sentimen yang menyebabkan kejatuhan IHSG tersebut, yaitu menanti kabar dari pertemuan The Fed soal kenaikan suku bunga dan meningkatnya kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron. Lantas, sentimen negatif apa yang paling keras memukul IHSG?

Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, keduanya masih sangat kuat mempengaruhi pergerakan IHSG. Bukan hanya hari ini, tapi juga hingga akhir pekan mendatang. Meskipun demikian, hampir seluruh pasar di dunia berhati-hati sekali pada adanya sentimen indikasi The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak 3-4 kali pada tahun ini. “Ada kemungkinan kenaikan suku bunga tersebut pada Maret 2022 dan bisa naik sebesar 50 basis poin,” ungkapnya kepada Investor Daily, Selasa (25/1). 

Baca juga : Sesi II, IHSG Lanjutkan Pelemahan

Hans menambahkan, beberapa pelaku pasar juga berspekulasi bahwa bisa saja kenaikan tersebut dipercepat pada saat pertemuan Januari ini. tak ketinggalan juga pasar mencermati cara The Fed mengurangi neraca Amerika Serikat. Saat ini, neraca AS berada di posisi US$ 8,8 triliun. Jika sampai neraca ini diturunkan, tentu akan memberikan tekanan bagi pasar di seluruh dunia. 

“Yield relatif membaik, tapi relatif tinggi di pasar. Jadi yield dari 1,9% ke 1,7%-an dan yield 1 tahunnya sudah naik di 1%-an. Memang pasar khawatir, pasar mencermati dengan seksama,” tambahnya.

Sedangkan sentimen selanjutnya yang juga dicermati pelaku pasar, adalah kenaikan jumlah penderita Covid-19 akibat varian Omicron. Di Tanah Air. angka ini terus beranjak naik. Berdasarkan data terakhir Satgas Covid-19, terdapat 20.867 kasus aktif dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.976 kasus.

Dengan sama kuatnya kedua sentimen negatif tersebut terhadap IHSG, Hans Kwee memprediksi IHSG akan berada di level support 6.500. Namun, hal ini masih akan menanti keputusan dalam pertemuan The Fed yang baru akan keluar pada Kamis (27/1) waktu Indonesia. “Menunggu hasil ini, IHSG diperkirakan terus bergerak sideways dengan level support pada 6.500,” jelasnya.

Sementara itu, OCBC Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG kembali melanjutkan tren pelemahan hari ini, yang sejalan dengan tren pelemahan di sejumlah indeks saham bursa Asia lainnya. Hal itu dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan 2 hari ini yang akan dimulai malam ini hingga besok malam. The Fed juga dikabarkan akan menaikkan suku bunga acuan cukup agresif demi meredam kenaikan inflasi di AS yang cukup tajam. Bank Sentral AS tersebut disebut-sebut akan mengerek suku bunga acuan hingga 4 kali pada tahun ini.

Baca juga : Sesi I, IHSG Ditutup Terkoreksi 1,47%

Selain itu, sentimen negatif lain juga datang dari kembali meningkatnya tensi ketegangan politik antara AS dan Rusia terkait kekhawatiran potensi Rusia melakukan invasi ke Ukraina, dimana kehadiran kekuatan militer AS dan Rusia di sekitar perbatasan Ukraina terus meningkat. Sementara, perbincangan damai antara AS dan Rusia masih belum mencapai titik temu. 

Berdasarkan tekanan sentimen negatif yang ada, OCBC Sekuritas memperkirakan IHSG masih bakal melanjutkan tren pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini. “Dengan potensi level support IHSG di level 6.530,” tulis OCBC Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN