Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintasi layar perdagangan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar perdagangan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Sentimen Negatif Bayangi IHSG, dari Masalah Vaksin Hingga Lonjakan Kasus Covid-19

Rabu, 9 September 2020 | 12:48 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu (9/9) ditutup anjlok 65,07 poin (1,24%) ke level 5.178,99. Indeks tertekan oleh sentimen negatif terkait perkembangan vaksin Covid-19 terutama setelah perusahaan biofarmasi global, AstraZeneca, menghentikan uji klinis lantaran menimbulkan efek samping bagi para relawan.

Kabar tersebut memicu jatuhnya harga saham AstraZeneca yang kemudian merembet ke sejumlah pasa saham global. Adapun AstraZeneca memulai uji klinis tahap akhir pada bulan Juli lalu, bersamaan dengan dua perusahaan farmasi besar lainnya, Pfizer dan Moderna.

Sementara itu, Founder & CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto mengakui, pandemi Covid-19 semakin menjadi faktor utama yang menekan IHSG, karena kasus positif di Indonesia terus meningkat. “Angkanya sudah mencapai 200.000 yang positif. Di AS dan beberapa negara lainnya juga melaporkan terjadinya peningkatan kembali," kata dia.

Fendi menegaskan, investor juga memperhatikan penerapan atau pengetatan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19, karena bisa membuat perekonomian kembali terganggu. "Itu yang membuat para investor cenderung lebih wait and see, terutama investor asing,” ujarnya.

Di lain pihak, Pilarmas Sekuritas menyatakan, hal yang turut mempersulit situasi dan kondisi saat ini adalah semakin banyaknya perusahaan di Eropa yang harus tutup gara-gara pandemi Covid-19. Pilarmas menilai bahwa permasalahan tersebut akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan Bank Sentral Eropa dalam waktu dekat.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN