Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Sentimen Positif Ini Jadi Penopang IHSG Menguat

Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - IHSG menguat ke level 7.122,4 (0,71%) pada perdagangan Sesi I, Rabu (5/10/2022). Sentimen positif ini menjadi penopang IHSG menguat. Apa saja sentimen tersebut?

Baca juga: IHSG Sesi II Lanjutkan Penguatan ke Kisaran Ini

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, sentimen positif IHSG menguat pertama datang dari bursa regional Asia yang juga bergerak menguat mengikuti penguatan bursa Amerika Serikat dan Eropa seiring indikator ekonomi Amerika Serikat (AS). Dimana  Lowongan pekerjaan AS turun menjadi 10,053 juta pada Agustus, terbesar dalam hampir 2,5 tahun. 

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pasar memandang turunnya indikator ekonomi tersebut memberikan signal The Fed berpotensi akan memperlambat kecepatan kenaikan suku bunga acuannya. “Sehingga mendorong sikap pelaku pasar dan investor bahwa The Fed meninjau kembali kampanye kenaikan suku bunga agresif,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: CENT dan BUMI Masuk Daftar Saham Tercuan

Sementara dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pasar memandang fundamental ekonomi dalam negeri kuat hal ini di topang katalis positif dari dukungan hasil indeks manufaktur bulan september di level 53,7 juga menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik selama 13 bulan berturut-turut, didorong oleh pemulihan lebih lanjut dalam kondisi ekonomi setelah gangguan pandemi.

Ditambah lagi, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas inflasi secara tahun di level 5,9% masih dibawah konsensus pasar di level 6%. Ada pula Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas moneternya hal ini tercermin sikap BI terus mengupayakan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah.

Baca juga: Saham Blue Chip Terkerek, IHSG Menguat 0,71%

Terutama, melalui strategi triple intervention dan operation twist, yaitu dilakukan baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“ADMR. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.860-1.935. PER: 12,92x dan PBV:10,25x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com