Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sepanjang 2020, IHSG Turun 5%, Indeks Saham Pertambangan Malah Naik 23%

Rabu, 30 Desember 2020 | 20:22 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Sepanjang 2020, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok ke titik terendah di level 3.989,5 pada 23 Maret 2020. Jatuhnya pasar saham ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19. Namun, IHSG kembali bangkit dan mencapai level 5.979 pada penutupan perdagangan tahun ini, Rabu (30/12). Secara year to date (YTD), IHSG hanya turun 5,09%.

Adapun indeks LQ45 terpangkas 7,85%, IDX30 tergerus 9,31%, dan IDX80 terkikis 5,7%. “Tahun ini dihadapkan pada berbagai tantangan. Meski demikian, regulator pasar modal mampu beradaptasi secara dinamis,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi saat Seremoni Penutupan Perdagangan BEI 2020, hari ini.

Dari segi indeks sektoral, nyaris semua indeks melemah. Indeks sektor agrikultur turun 1,74%, industri dasar dan kimia terkoreksi 5,84%, aneka industri terpangkas 11,67%, dan barang konsumsi anjlok 10,74%. Kemudian, sektor infrastruktur, keuangan, manufaktur masing-masing melemah 12%, 1,59%, dan 9,22%. Adapun indeks sektor perdagangan, jasa, dan investasi turun 0,45%. Sementara itu, sektor pertambangan melonjak 23,69%.

Di sisi lain, berdasarkan data BEI, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) saham senilai total Rp 47,81 triliun, kontras dibandingkan 2019 yang membukukan transaksi beli bersih (net buy) senilai total Rp 49,2 triliun. Net sell terbesar tahun ini terjadi pada September yang sebesar Rp 15,59 triliun.

Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji menjelaskan, indeks saham sektor properti paling tertekan tahun ini, anjlok 21,23%. Sementara, pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh sentimen negatif, antara lain munculnya varian baru Covid-19 dan data ekonomi domestik dan global yang belum memberikan high market impact yang positif. “Pada pembukaan perdagangan tahun depan, IHSG berpotensi rebound,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN