Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alan T Darmawan , CEO PT Eastspring Investments Indonesia.

Alan T Darmawan , CEO PT Eastspring Investments Indonesia.

Sepekan Ditawarkan, RD Eastspring Syariah Greater China Equity USD Raih Penjualan US$ 1,9 Juta

Rabu, 24 Juni 2020 | 12:55 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pasar Greater China yang meliputi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Hongkong, Taiwan dinilai menawarkan potensi investasi yang menarik dalam jangka panjang.

Penilaian ini didasarkan atas kemampuan China dalam memacu pertumbuhan ekonominya. Satu dekade terakhir, ekonomi China tumbuh rata-rata 7% per tahunnya, di atas pertumbuhan ekonomi dunia yang tumbuh 3% per tahunnya.

Pada tahun 2020, China juga merupakan satu-satunya negara yang diprediksi masih dapat tumbuh positif saat seluruh dunia dilanda pertumbuhan ekonomi negatif akibat wabah COVID-19.

Karena itu dalam jangka panjang, China dinilai akan terus memainkan peran utama terhadap kontribusi pertumbuhan ekonomi dunia serta pemimpin di sektor teknologi. Apalagi negeri ini didukung  jumlah penduduk terbanyak di dunia, potensi pertumbuhan konsumsi domestik dan tumbuhnya kelas menengah.

Sayangnya pilihan produk investasi di pasar Greater China masih sangat terbatas, juga belum banyak dipahami oleh sebagian besar pemodal di Indonesia.

Menjawab hal ini, PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia) memperkenalkan Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Greater China Equity USD. Reksa dana ini tidak hanya menyediakan akses bagi investor lokal ke salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, namun juga dirancang untuk memenuhi berinvestasi di saham-saham yang asset portfolio dan cara transaksinya memenuhi kriteria Syariah.

Dalam menawarkan reksa dana ini, Eastspring Indonesia menggandeng Standard Chartered Bank Indonesia (Bank). Nasabah Bank bisa membeli produk ini hingga September 2020, sementara bagi masyarakat luas baru mulai dipasarkan pada 1 Oktober 2020.

Presiden Direktur PT Eastspring Investments Indonesia Alan J. Tangkas Darmawan mengatakan sejak diluncurkan dan mulai penjualan melalui Bank pada 15 Juni 2020, Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Greater China Equity USD mendapatkan respons positif dari nasabah dan telah membukukan volume penjualan sebesar US$ 1.994.445,- sampai dengan 22 Juni 2020.

"Kami harapkan Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Greater China Equity USD dapat membantu para nasabah Priority Banking Standard Chartered dalam memenuhi kebutuhan mereka akan solusi keuangan terbaik dan memberikan nilai tambah,” ungkap Alan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (24/6/2020).

Lebih jauh dikatakan Alan, pihaknya antusias bermitra dengan Standard Chartered  yang bertindak sebagai agen penjual efek reksa dana dan penyedia jasa kustodian untuk produk reksa dana ini.

Sementara Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Andrew Chia mengaku peluncuran Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Greater China Equity USD ini spesial karena merupakan produk reksa dana pertama Bank yang menawarkan tujuan investasi khusus di kawasan Greater China.

“Ini juga sejalan dengan salah satu fokus Standard Chartered Bank Indonesia di 2020 untuk terus menawarkan pilihan baru produk-produk investasi bagi para nasabah,” jelas Andrew Chia.

Dipaparkan bahwa, Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Greater China Equity USD cocok untuk investor dengan jangka waktu investasi menengah dan panjang berbasis saham yang menawarkan akses investasi untuk menangkap potensi pertumbuhan pasar di kawasan Greater China.

Produk reksa dana ini merupakan salah satu instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan khususnya bagi investor yang memiliki modal, pengetahuan dan waktu yang terbatas. Reksa dana ini juga turut memberikan ketenangan hati bagi para investor yang lebih memilih berinvestasi pada reksa dana dan saham-saham yang dikelola dengan prinsip Syariah.

“Dengan berinvestasi di reksa dana ini, investor juga akan mendiversifikasi portofolio mereka di sektor-sektor yang biasanya tidak tersedia di Indonesia, salah satunya adalah di sektor teknologi yang mana perusahaanperusahan teknologi raksasa China seperti Tencent, Alibaba Group, JD.com merupakan beberapa top holdings dari saham investasi reksa dana ini,” urai Alan.

Selain itu, dengan juga berorientasi pada nilai, menggunakan pendekatan bottom-up, dan memiliki strategi yang seimbang untuk mengantisipasi pasar yang bergejolak, strategi investasi di reksa dana ini dapat menawarkan pendekatan defensif untuk menghadapi tantangan global saat ini.

“Produk ini juga dapat diakses oleh nasabah Bank, di mana saja dan kapan saja melalui modul Online Mutual Fund (OMF) di Standard Chartered Online Banking dan aplikasi SC Mobile,” pungkasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN