Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang karyawan memperhatikan pergerakan harga saham di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

Seorang karyawan memperhatikan pergerakan harga saham di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

Sepekan ke Depan, Dana Asing Masih Banjiri Pasar Saham

Minggu, 17 Januari 2021 | 22:52 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi terkoreksi secara wajar dalam sepekan ke depan, setelah penguatan yang terjadi sejak awal tahun. Meski demikian, dana investor asing diyakini terus membanjiri pasar saham Tanah Air.

Kepala Riset Praus Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, selama dua pekan pertama 2021, IHSG bergerak linier dengan pasar saham global, bahkan kenaikan IHSG jauh di atas bursa Amerika Serikat (AS), Eropa dan Asia. Tingginya kenaikan IHSG dalam dua pekan pertama tersebut banyak ditopang oleh masuknya kembali investor asing secara massif. Posisi beli investor asing dari awal tahun hingga Jumat (15/1) telah menyentuh Rp 10,57 triliun.

Net buy ini on track dengan program vaksinasi dan berlanjutnya rally harga komoditi utama seperti minyak mentah, minya kelapa sawit, batu bara dan logam,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (17/1).

Alfred memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran 6.270-6.500 dalam sepekan ke depan. Sentimen yang akan mempengaruhi gerak IHSG relatif tidak jauh berbeda dengan pekan lalu. Kondisi bursa global akan menjadi faktor kuat terhadap arah IHSG.

Koreksi IHSG sebesar 0,85% menjadi 6.373,41 pada perdagangan Jumat lalu memberikan indikasi koreksi teknikal, atau koreksi yang bersifat jangka pendek dan tidak ada ise negatif yang bersifat fundamental. Setidaknya, faktor yang akan menjadi penopang IHSG dalam sepekan ke depan adalah lanjutan capital inflow investor asing dan pergerakan harga komoditas.

Alfred merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti TLKM, PGAS dan KRAS. Sementara, saham emiten komoditas yang bisa dipilih antara lain INCO, PTBA, dan BUMI.

Adapun indeks utama Wall Street di AS melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat, dimana saham energi turun tajam lantaran penyelidikan terhadap Exxon Mobil Corp. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,57% menjadi 30.814,26, indeks S&P 500 melorot 0,72% ke 3.768,25. Sementara, indeks Nasdaq Composite tergelincir 0,87% menjadi 12.998,50. Di sisi lain, Bank-bank besar AS mengejutkan Wall Street dengan meraup keuntungan yang lebih besar dari perkiraan.

Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, dari sentimen global, pelaku pasar kemungkinan menunggu pertemuan Bank Sentral AS, Federal Reserve yang perdana pada 2021. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26-27 Januari. “Sebelum FOMC meeting, investor juga menanti bagaimana pandangan Bank Indonesia mengenai ekonomi ke depan di tengah peningkatan kasus Covid-19 di berbagai negara,” jelas dia.

Sebagai informasi, negara seperti Jepang telah menerapkan lockdown hingga 7 Februari di Tokyo, Chiba, Saitama, dan Kanawa karena menghadapi gelombang ketiga Covid-19. Sementara di Tiongkok, salah satu kota di provinsi Hebei menghadapi gelombang kedua Covid-19 dan kembali memberlakukan lockdown. Penambahan kasus baru di Tiongkok tercatat menjadi yang tertinggi dalam lebih dari 10 bulan terakhir.

Tak ketinggalan, Kanselir Angela Markel menginginkan mega-lockdown di Jerman lantaran kekhawatiran terhadap varian virus baru. Sejauh ini, belum ada keputusan final dari pemerintah Jerman, namun Angela Markel mempertimbangkan sejumlah langkah besar terkait transportasi umum lokal dan jarak jauh.

Zamzami memprediksi IHSG akan bergerak pada kisaran 6.265-6.527 dengan kecenderungan menguat dalam sepekan ke depan. Pihaknya merekomendasikan saham PGAS, TLKM, ASII dan KLBF.

Secara terpisah, analis PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, pihaknya juga optimistis aliran dana asing terus masuk ke pasar saham selama Januari. Dalam sepekan ke depan, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada level support 6.169-6.187 dan resistensi 6.450-6.470.

Hendriko merekomendasi buy on weakness saham ASII pada level Rp 6.250-6.300 dengan target harga Rp 7.000. Selain itu, saham MDKA dengan rekomendasi buy on weakness pada kisaran Rp 2.400-2.480 dan target harga Rp 2.750.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN