Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pialang melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sepekan ke Depan, IHSG Cenderung Naik atau Turun? Analis Menjawab

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:46 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kalangan analis kompak memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan menguat terbatas. Sentimen Covid-19 varian Omicron hingga penjualan ritel Amerika Serikat (AS) bakal membayangi pasar.

Research Analyst PT MNC Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan bahwa IHSG sepekan ke depan diperkirakan menguat terbatas untuk menguji level 6.754. Hal tersebut akan terkonfirmasi bila IHSG tidak tembus ke bawah level 6.593.

"Sentimen Omicron masih menjadi perhatian investor di tengah penantian rilis data inflasi AS dan Tiongkok. Selain itu, rilis neraca perdagangan Tiongkok dan penjualan ritel AS juga menarik untuk dinantikan," kata Aqil kepada Investor Daily.

Karena itu, Aqil memprediksi IHSG akan bergerak pada kisaran 6.581-6.754. Investor disarankan untuk dapat memilih saham yang sudah cenderung murah secara valuasi dan memiliki fundamental yang kuat, membeli saat harga terdiskon, dan melakukan profit taking dalam jangka pendek. "Sebab kami melihat penguatan IHSG sudah cenderung terbatas dan rawan terkoreksi," ungkap Aqil.

Baca jugaIHSG 2022? Ini Prediksi Macquarie

Saham-saham seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) layak untuk dikoleksi dengan melakukan buy on weakness (BoW) pada rentang Rp 1.315-1.355 dan target harga Rp 1.440-1.515. Stop loss di bawah Rp 1.280.

Selain PGAS, Aqil juga memasukkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dalam daftar rekomendasi saham yang layak untuk dipertimbangkan para investor dengan BoW di level Rp 6.900-6.750 dan target harga Rp 7.350-7.600. Stop loss di bawah Rp 6.775. Demikian pula dengan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang direkomendasikan untuk BoW pada Rp 2.970-3.030 dengan target harga Rp 3.360-3.480. Stop loss di bawah Rp 2.930.

Senada dengan Aqil, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji juga mencermati bahwa IHSG sepekan ke depan bakal bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. “Untuk sementara ini, level support berada pada rentang 6.659 dan 6.634. Sedangkan resistance berada pada 6.738 dan 6.787," jelas dia.

Baca juga: IHSG 2022 Bisa Tembus 7.600, Ini Penjelasan Mirae

Menurut dia, varian Omicron, indeks harga konsumen AS, dan indeks harga produsen AS serta dinamika kebijakan moneter kontraksioner sampai penjualan ritel AS merupakan isu-isu yang menjadi perhatian para investor selama pekan ini. Nafan pun menganjurkan kepada para investor untuk banyak mencermati kinerja perusahaan dan prospek perusahaan ke depannya.

Tidak jauh berbeda dengan Aqil dan Nafan, analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga memperkirakan bahwa penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan kecenderungan yang terbatas di area resistance di 6.755.

Menurutnya, pergerakan IHSG sepekan ke depan akan banyak dipengaruhi sentimen penanganan kasus Omicron dari dalam negeri yang saat ini meningkat secara tidak agresif. Sentimen lain datang dari penjualan sepeda motor dan mobil yang akan segera dirilis termasuk data inflasi AS. 

"Para investor dapat melakukan BoW ataupun trading buy dalam sepekan ke depan untuk saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) pada rentang Rp 1.180-1.220, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Rp 470-550, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Rp 1.470-1.520, dan PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) Rp 3.730-4.150," ujar Herditya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN