Menu
Sign in
@ Contact
Search
Investor melihat pergerakan saham menggunakan telepon pintar. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Investor melihat pergerakan saham menggunakan telepon pintar. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Sepekan ke Depan, Saham Bank Masih Bisa Kasih Cuan

Minggu, 23 Okt 2022 | 22:00 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) baru saja menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75%. Keputusan ini sebagai langkah menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi (overshooting) dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3±1% lebih awal, yaitu ke paruh pertama 2023.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan tersebut memberi katalis positif bagi pasar saham. Hal ini dilatarbelakangi ekspektasi pelaku pasar bahwa BI akan menerapkan kebijakan front loaded, pre-emptive, dan forward looking.

Baca juga: Arah Pasar Awal Pekan, Plus Daftar Belanja Saham

“Kebijakan BI ini supaya bisa menekan capital outflow dari pasar saham Indonesia dan spread BI7DRR dengan the Fed masih bisa dijaga jangan sampai terlalu menyempit. Karena dalam waktu dekat dikabarkan the Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan, diperkirakan sampai 75 basis poin (bps) pada November nanti,” jelas Nafan kepada Investor Daily, Minggu (23/10/2022).

Advertisement

Dia menambahkan, indikator ekonomi domestik juga menunjukkan pertumbuhan progresif. Hal ini diikuti kinerja laporan keuangan emiten pada kuartal III-2022 yang diyakini positif dalam pengumuman sepekan ke depan.

“Ini bisa membuat pergerakan IHSG relatif resilient. Kalau lihat analisis secara teknikal semestinya pergerakan IHSG masih relatif dapat ruang cukup besar untuk terapresiasi,” sebut Nafan.

Baca juga: TERPOPULER: Nasib GOTO Jelang Lock-up Dibuka hingga 10 Saham Tercuan

Karena itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG sepekan ke depan akan bergerak bervariasi cenderung menguat (mix to higher) dalam rentang 6.985-6,940 pada level support dan 7.059-7.133 sebagai level resistance.

Secara terpisah, Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe melihat kenaikan suku bunga acuan tak banyak memengaruhi pasar saham Indonesia. Ia masih memprediksi IHSG akan menyentuh level 7.500 pada akhir tahun.

Namun dari sisi capital outflow, Kiswoyo sependapat bahwa kenaikan BI7DRR dapat menahan arus keluar modal asing dari Bursa Efek Indonesia (BEI). “Karena sebetulnya kenaikan suku bunga kita mengikuti the Fed, tahun depan the Fed baru akan menahan atau menurunkan suku bunga,” jelasnya.

Baca juga: Dahsyat! Asing Net Buy Rp 1,16 Triliun, Didominasi Saham Bank

Kiswoyo menilai, kenaikan BI7DRR akan menguntungkan saham-saham perbankan karena kenaikan suku bunga acuan umumnya memengaruhi bunga kredit terlebih dahulu, disusul kenaikan bunga tabungan dan deposito. Saham perbankan yang layak dikoleksi karena masih berpotensi cuan, menurut dia, antara lain BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

Sedangkan saham-saham yang diprediksi mendapat dampak negatif dari kenaikan BI7DRR adalah emiten yang memiliki tingkat utang perbankan tinggi karena akan terpengaruh naiknya kredit bank. Dalam sepekan ke depan, Kiswoyo memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang 6.900- 7.250. “Harapannya jangan turun di bawah 7.000 karena itu level psikologis,” tegas dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com