Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung BRI.

Gedung BRI.

September, BRI 'Rights Issue' Rp 95,92 Triliun

Senin, 26 Juli 2021 | 12:44 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) secara resmi akan menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada September 2021. Nilai rights issue bank yang fokus pada kredit UMKM ini bisa mencapai Rp 95,92 triliun.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan pada Senin, (26/7), total rights issue sebesar Rp 95,92 triliun berasal dari nilai inbreng atas saham PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sekitar 54,77 triliun. Sedangkan sisanya berasal dari pelaksanaan hak investor publik dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) I sekitar Rp 41,15 triliun.

Dalam rights issue ini, BRI akan melepas 28,67 miliar saham dengan nilai nominal Rp 50 dan harga pelaksanaan belum disebutkan. Namun dengan mempertimbangkan jumlah saham yang dilepas dan dana yang bisa diperoleh dari rights issue, harga pelaksanaan diproyeksikan mencapai Rp 3.346.

Pemerintah selaku pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 56,75% akan mengeksekusi seluruh haknya melalui inbreng. Inbreng tersebut adalah 6,24 juta saham Seri B di Pegadaian dan 3,79 juta saham Seri B di PNM. Dengan memperhatikan nilai wajar, maka nilai inbreng saham Pegadaian mencapai Rp 48,67 triliun dan PNM sebesar Rp 6,1 triliun.

Sesuai rencana, dana yang diperoleh dari rights issue akan dipergunakan untuk mendukung pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ultra Mikro. Dengan pembentukan holding tersebut, BRI berharap bisa menjangkau segmen ultra mikro yang saat ini mencapai 63 juta unit usaha. "Selain itu, dana dari rights issue juga akan digunakan untuk modal kerja perseroan, khususnya untuk pembentukan ekosistem ultra mikro," tulis manajemen.

Sebelumnya, BRI telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham pada 22 Juli 2021. Pernyataan efektif akan diperoleh pada 30 Agustus 2021. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 13 September 2021. Sementara perdagangan HMETD akan dilakukan pada 13-22 September 2021.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN