Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Penemuan Antibodi dan Pengembangan Vaksin, Dr. Nita Patel mengangkat botol kecil berisi vaksin yang berpotensi mengandung virus corona Covid-19,  di laboratorium Novavax, di Rockville, Maryland, Amerika Serikat (AS) pada 20 Maret 2020. ( Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

Direktur Penemuan Antibodi dan Pengembangan Vaksin, Dr. Nita Patel mengangkat botol kecil berisi vaksin yang berpotensi mengandung virus corona Covid-19, di laboratorium Novavax, di Rockville, Maryland, Amerika Serikat (AS) pada 20 Maret 2020. ( Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

September, Indofarma Mulai Distribusikan 50 Juta Dosis Vaksin Novavax

Kamis, 20 Mei 2021 | 19:51 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) memastikan akan mulai mendistribusi 50 juta dosis pasokan vaksin Novavax pada bulan September 2021.

Vaksin Covid-19 yang masuk dalam program vaksin pemerintah tersebut akan didatangkan dari perusahaan di India yang menjalin kerja sama dengan Novavax, perusahaan dari Amerika Serikat. Indofarma telah menjalin kerja sama untuk mendatangkan vaksin tersebut yang bersifat mengikat maupun tidak mengikat.

"50 juta vaksin ini akan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 gratis oleh Kementerian Kesehatan. Kita akan kebut distribusinya di 2021,” kata Direktur Utama PT Indofarma Arief Pramuhanto dalam paparan publik Indofarma, Kamis (20/5).

Arief mengungkapkan, pihaknya juga bersiap menambah lini obat yang terkait dengan pengobatan efek Covid-19, yakni Ivermectin. Obat tersebut masih diproses oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengantongi izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA).

Indofarma, kata Arief, juga tengah bekerja sama dengan Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan sekarang sedang berlangsung uji klinisnya dan melibatkan rumah sakit dibawah Kementerian Pertahanan.

”Ivermectin berfungsi tidak hanya sebagai obat, tapi juga pencegahan. Cara pakainya sebulan dua kali. Nantinya ini bisa didapatkan di dokter dan rumah sakit Juni ini,” jelas dia.

Sebelum Ivermectin, menurut Arief, Indofarma sudah lebih dahulu mendistribusikan obat Oseltamivir dan Remdesivir. Di mana, kedua obat ini mampu memberikan porsi penjualan hampir dua pertiga pada kuartal IV-2020.

Remdesivir sendiri memiliki nama dagang Desrem. Obat ini dijual ke rumah sakit untuk pasien kondisi sedang hingga berat. Obat ini diproduksi oleh Mylan Laboratories Limited, atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan United States of America.

Sedangkan Oseltamivir digunakan untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19 di dalam negeri dan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN