Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Acset Indonusa Tbk. Foto: Laporan Tahunan Perseroan.

PT Acset Indonusa Tbk. Foto: Laporan Tahunan Perseroan.

Setelah 'Rights Issue' Rp 1,49 T, Acset Lebih Ekspansif

Kamis, 17 September 2020 | 12:03 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menyelesaikan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp 1,49 triliun. Setelah ini, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) tersebut, berpeluang memiliki struktur modal yang lebih kuat sehingga lebih ekspansif.

Acset menggelar penawaran saham baru sebanyak 5,72 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 262 per saham selama 1-8 September 2020. PT Karya Supra Perkasa (KSP), anak usaha United Tractors, melaksanakan haknya dan turut bertindak sebagai pembeli siaga rights issue Acset.

Sebagai pembeli siaga, KSP mengambil sebanyak 946,80 juta saham baru. Sementara itu, berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham KSP di Acset telah mencapai 3,21 miliar saham atau setara 58,76% per 11 September 2020. Persentase itu naik dari sebelum rights issue yang sebesar 50,10%.

Adapun terdapat kabar mengenai investor baru dalam struktur pemegang saham Acset. Menjawab hal ini, Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkapkan detail para pihak yang menyerap saham baru Acset. Pasalnya, perseroan masih dalam proses pelaporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI)

“Kami berterima kasih atas dukungan dari pemegang saham yang berpartisipasi pada rights issue kali ini,” jelas dia kepada Investor Daily, Rabu (16/9).

Maria menjelaskan, perseroan akan menggunakan dana rights issue untuk membayar utang pinjaman perseroan kepada United Tractors. Aksi ini dinilai dapat memperbaiki struktur permodalan. Dengan modal yang kuat, maka kinerja keuangan perseroan bisa terjaga. “Perseroan juga berharap memiliki pondasi kuat untuk dapat mengikuti tender konstruksi baru,” kata dia.  

Baru-baru ini, Acset terlibat dalam proyek strategis nasional, khususnya proyek pembangunan jalan tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pada 7 September lalu, groundbreaking proyek dilakukan oleh PT Lintas Marga Seday, anak usaha PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) selaku pemilik proyek.

Ke depan, tol akses ini akan langsung menghubungkan Tol Cipali dengan BIJB Kertajati sehingga meningkatkan konektivitas bandara dengan area sekitarnya.

Sebagai informasi, Acset secara resmi dipercaya sebagai kontraktor utama pelaksana pembangunan jalan tol akses BIJB Kertajati sejak 27 Agustus silam.  Perseroan bertanggung jawab atas pekerjaan paket 2 dengan panjang jalan 1,5 kilometer (km) dan nilai kontrak sebesar Rp260miliar. Sementara itu, Paket 1 dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk.

Secara keseluruhan, jalan tol akses memiliki panjang 3,7 km dan diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2021. Tol akses ini merupakan penambahan lingkup Jalan Tol Ruas Cikampek (Cikopo)-Palimanan yang konsesinya dipegang oleh PT Lintas Marga Sedaya.

Presiden Direktur Acset Indonusa Idot Supriadi mengatakan, pembangunan jalan tol akses ini merupakan bentuk sinergi Grup Astra dalam berkontribusi secara nyata untuk pembangunan bangsa. “Kami harap proyek ini dapat mempermudah akses menuju BIJB Kertajati dan dapat meningkatkan konektivitas secara keseluruhan bagi masyarakat,” jelas dia.

Sebelumnya, Acset tercatat aktif berkolaborasi dalam pembangunan beberapa proyek yang dimiliki oleh Grup Astra. Semisal, pada proyek penambahan lajur Ruas Balaraja Barat-Cikande, jalan tol Tangerang-Merak dan penambahan lajur pada Gerbang Tol Balaraja Timur dan Cilegon Barat.

Di tengah pandemi, manajemen Acset tetap berkeyakinan atas kelangsungan industri konstruks Indonesia. Walaupun pandemi ini turut mempengaruhi operasional dan tertundanya mayoritas tender konstruksi saat ini, manajemen terus berupaya memastikan pelaksanaan kontrak yang ada. Selain itu, manajemen terus melakukan inisiatif dan inovasi internal untuk meningkatkan pelaksanaan proyek yang sedang berjalan.

Secara terpisah, analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta menjelaskan, dukungan  Grup Astra, baik dari United Tractors ataupun Astra Infra, bisa mengangkat kinerja Acset ke depan. Saat ini, pihaknya merekomendasikan buy on weakness saham ACST, dengan target jangka panjang Rp 510.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN