Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mengalami peningkatan bongkar muat kendaraan alat berat dalam dua bulan pertama 2022

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mengalami peningkatan bongkar muat kendaraan alat berat dalam dua bulan pertama 2022

Siap Bagi Dividen, Saham Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Melonjak Diburu Investor

Selasa, 31 Mei 2022 | 12:51 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berencana membagikan dividen untuk tahun buku 2021. Jika mengacu pada besaran pembagian dividen (dividend payout ratio) IPCC pada tahun buku 2019, saat itu melalui RUPS Tahunan ditetapkan untuk penggunaan laba bersih perseroan ialah sebesar 75,01% dengan besaran total dividen per lembar saham senilai Rp 55,81.

Direktur Utama IPCC Rio Theodore Natalianto Lasse memaparkan, kinerja saham IPCC hingga akhir Maret 2022 mengalami kenaikan karena adanya sentimen kinerja yang tercapai tahun lalu. “Setelah IPCC merilis hasil audit independen yang menyatakan kinerja keuangan IPCC hijau bisa mendongkrak harga saham. Peningkatannya kalau kita lihat selama Maret mengalami tren positif hampir 16 persen,” ucapnya, baru-baru ini.

Advertisement

Baca juga: IPCC Bidik Peningkatan Kinerja 20%

Investor Relations Indonesia Kendaraan Terminal Reza Priyambada menjelaskan meningkatnya kinerja layanan bongkar muat kargo kendaraan yang dibarengi dengan upaya value creation dari perseroan serta kerja sama dengan sejumlah pihak mampu memberikan peningkatan pendapatan tersebut.

Segmen Pelayanan Jasa Terminal masih mendominasi pendapatan IPCC dengan kontribusi sebesar 92,51 persen dari nilai total pendapatan, mengalami peningkatan 43,41 persen menjadi Rp 478,15 miliar. Pelayanan Jasa Barang yang berkontribusi 6,3 persen dari nilai total pendapatan mengalami lonjakan 75,68 persen menjadi Rp 32,56 miliar, dan segmen pendapatan lainnya yang turut mengalami peningkatan.

"Cost of Revenue IPCC mengalami peningkatan, dapat diimbangi dengan adanya penurunan pada operating expense sehingga berimbas pada nilai operating profit atau laba usaha yang mengalami peningkatan dari minus Rp 17,78 miliar pada 2020 menjadi positif Rp 113,13 miliar pada 2021 atau melonjak 536,19 persen," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi

Praktisi pasar, Penulis dan Investment Research Joeliardi Sunendar mengatakan anualisasi angka penjualan atas dasar laporan kinerja di kuartal I-2022 yang sebesar Rp 600 miliar, lebih besar dibanding tahun 2021, 2020 dan pre Covid.

Berbeda dengan BUMN lainnya, saldo kas yang dimiliki jika dengan angka sama seperti tahun 2018 dan 2019, IPCC hanya perlu mengambil dana 11% dari saldo kas-nya. Joeliardi juga menegaskan saldo akhir kas tahun ini bisa mencapai Rp 1 triliun atau hampir sama dengan kapitalisasi pasar di harga saat ini yang menciptakan zero enterprise value atau dengan kata lain "membeli saham dengan harga 0, membuat pembelian saham ini tidak memiliki resiko".

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN