Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisaris Utama PT Syailendra Capital Jos Parengkuan (kiri) bersama Direktur Utama Syailendra Fajar Rachman Hidajat memperlihatkan Sertifikat Pencatatan perdana reksa dana exchange trade fund (ETF) Syailendra ETF MSCI Indonesia ESG Universal Index di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/5/2020).  Foto: Humas BEI

Komisaris Utama PT Syailendra Capital Jos Parengkuan (kiri) bersama Direktur Utama Syailendra Fajar Rachman Hidajat memperlihatkan Sertifikat Pencatatan perdana reksa dana exchange trade fund (ETF) Syailendra ETF MSCI Indonesia ESG Universal Index di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/5/2020). Foto: Humas BEI

Siapkan Produk Baru, Syailendra Capital Optimistis Kinerja Reksa Dana Tumbuh 5% - 10%

Rabu, 14 April 2021 | 07:02 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Jumah investor di pasar modal meningkat signifikan selama pandemi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikannya mencapai 56,45%, dari sebanyak 2,48 juta pada tahun 2019 menjadi 3,88 juta pada Desember 2020. Menariknya sebanyak 54,8% merupakan investor di bawah 30 tahun alias milenial.

Pada sisi lain, kenaikan jumlah investor tidak sejalan dengan kinerja pasar yang kurang baik selama pandemi. Karena itu OJK pun mewasapadai, peningkatan jumlah investor tersebut, apakah sudah melek informasi di pasar modal atau sekadar ikut-ikutan. 

Meski begitu, tahun ini kondisi ekonomi diprediksi akan membaik seiring berjalannya program vaksinasi. Optimisme ini diharapkan membawa dampak positif terhadap bursa saham.

Keyakinan ini disampaikan Presiden Direktur Syailendra Capital Fajar R Hidayat. Menurutnya potensi upside Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih cukup besar. “Syailendra memperkirakan pada akhir tahun IHSG akan berada di level 6.900,” kata Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (14/4/2021)

Bahkan, Fajar menyebut IHSG pada level tertingginya bisa saja bergerak ke level 7.000 - 7.200. Ia memproyeksikan level ini justru akan terjadi pada kuartal III-2021. Sebelum akhirnya perlahan terkoreksi dan bergerak ke arah 6.900 pada akhir tahun. 

Menurutnya, pada kuartal III-2021, pergerakan pasar saham juga akan mengalami perubahan. Sejauh ini pasar saham masih digerakan oleh sentimen maupun berita saja. Sehingga, ketika ada sentimen positif, maka pasar akan menguat, begitu pun sebaliknya. 

Namun, memasuki semester II-2021, pasar lebih akan didorong oleh fundamental saham-saham. “Kinerja emiten sebenarnya sejauh ini belum bisa dinilai, karena laporan keuangan full year 2020 ataupun kuartal I-2021 masih sangat dipengaruhi pandemi dan masa transisi. Tapi, untuk laporan keuangan kuartal II-2021, baru terlihat hasil dari konsistensi strategi masing-masing perusahaan dalam menyiasati dampak pandemi,” jelas Fajar.

Nah, jika investasi saham dianggap terlalu berisiko, menurutnya investor bisa mencoba masuk ke reksa dana. Dikatakannya Syailendra menawarkan empat produk reksa dana yang bisa dipilih, yakni reksa dana saham, pendapatan tetap, campuran dan reksa dana indeks.

Syailendra Capital sendiri merupakan salah satu pemain besar di industri reksadana. Dari total dana kelolaan alias asset under management, Syailendra masuk 10 besar di industri reksa dana.

Fajar memprediksi, tahun ini pertumbuhan industri reksa dana akan kembali mulai normal. Ia memperkirakan, industri reksa dana berpotensi tumbuh pada kisaran 5%-10% tahun ini. 

Menurutnya, jenis reksa dana yang berpotensi tumbuh paling optimal adalah, reksa dana saham, reksa dana indeks, reksa dana pendapatan tetap, lalu reksa dana pasar uang.

Dikatakan, PT Syailendra Capital menyiapkan beberapa produk baru reksa dana berbasis ritel di tahun ini. Produk ini dibentuk untuk menangkap peluang pertumbuhan investor ritel yang cukup pesat belakangan ini.

Untuk reksa dana indeks, perusahaan juga menyiapkan beberapa produk. Fajar menambahkan, saat ini pasar reksa dana indeks masih punya ruang yang sangat besar untuk terus tumbuh. Fajar mengatakan, reksa dana indeks menawarkan transparansi yang akan memudahkan investor.

Dengan berbagai produk reksa dana baru yang sudah disiapkan ini, Fajar optimistis Syailendra bisa mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 5%-10% dibandingkan tahun lalu.

Syailendra cukup piawai meracik dana. Tengok saja salah satu produknya yakni Syailendra Balance Opportunity Fund mencetak yield 15,88% di periode sama. Mengalahkan benchmark Indeks Reksa dana Campuran (IRDCP) dengan yield 8,24%

Dengan kepiawaian meracik dana nasabah, wajar jika dari tahun ke tahun Syailendra Capital berhasil meraih sejumlah penghargaan, salah satunya Investor - Infovesta Best Mutual Fund Award 2021

Dikatakan Fajar, selain memacu kinerja dana kelolaan, Syailendra juga terus memperluas channel distribusi. Terdiri dari direct channel yakni Syailendra Retail & Institutional Sales Representative. dan di semester II pembelian secara online melalui aplikasi syailendra juga bisa dilakukan.

Ada juga indirect channel melalui bank, sekuritas, financial technologi dan market place seperti Tokopedia.

Pada akhir tahun lalu, dana kelolaan Syailendra mencapai Rp 23,43 triliun. Sementara per akhir Februari 2021, dana kelolaan Syailendra tumbuh 4,35% menjadi Rp 24,45 triliun. Jika ditambah dengan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) maka total dana kelolaan Syailendra mencapai Rp26,14. Saat ini Perusahaan menguasai 4,15% market share dari seluruh dana kelolaan industri manajer investasi.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN