Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sari Roti. Foto: Defrizal

Sari Roti. Foto: Defrizal

Siasati Pandemi, Nippon Indosari Tingkatkan Jualan di Lini Tradisional

Kamis, 27 Agustus 2020 | 05:00 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) memfokuskan penjualan pareto pada lini general trading (GT)seperti pada kawasan permukiman, sejalan dengan anjuran Work From Home/ Kerja Dari Rumah sebagai siasat untuk meningkatkan penjualan di tengah pandemi.

Head Investor and Public Relations, Nippon Indosari Corpindo Hadi Susilo menjelaskan langkah ini diambil lantaran pada lini GT produk perseroan yakni roti tawar dengan merk Sari Roti sebagai produk yang paling laku di pasaran dapat diantarkan langsung menuju pelanggan. Hal ini sejalan dengan upaya perseroan meningkatkan efisiensi  jumlah outlet yang secara signifikan menurunkan beban transportasi dan logistik.

Adapun pihaknya mengatakan pada segmen GT saat ini perseroan telah memiliki 800 agen dan distributor termasuk didalamnya warung dan pedagang keliling yang menggunakan sepeda motor.

“Selain itu kami secara proaktif menjaring potensi penjualan khususnya di area pemukiman dengan memperkuat sebaran 40.000 titik penjualan (point of sales) dan juga peluncuran sistem pemesanan langsung melalui aplikasi WhatsApp dan Chatbot, kami harapkan dapat menjaga momentum penjualan pada semester 1 2020 yang meningkat 30% dibanding 2019,” jelasnya dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Rabu (26/8).

Dari segi Modern Trading (MT) perseroan memperkirakan pada semester dua ini akan meningkat seiring dengan pola hidup dan kerja yang berubah serta perubahan perilaku konsumen yang lebih selektif dalam berbelanja, secara geografis Nippon Indosari Corpindo hal ini juga didorong oleh permintaan yang tinggi yang berasal dari wilayah Timur dan Barat.

Lebih lanjut hingga akhir Juni 2020 emiten berkode saham ROTI ini telah menghabiskan Capital Expenditure/capex sebanyak Rp182 miliar, angka ini setara dengan 45,5% dari total anggaran belanja yang dianggarkan pada tahun ini sebanyak Rp 400 miliar sepanjang 2020. Adapun dana ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik dan membangun dua pabrik baru yang berlokasi di kota Banjarmasin dan Pekanbaru yang ditargetkan untuk beroperasi pada akhir tahun 2020.

Adapun saat ini perseroan telah mengoperasikan 14 pabrik dengan sebaran 13 pabrik berlokasi strategis di Indonesia dan satu pabrik di Filipina dengan total kapasitas produksi lima juta roti per hari.

“Pada pasar Filipina permintaan produk kami cukup tinggi  namun perseroan menghadapi keterbatasan untuk beroperasi secara normal akibat penerapan lockdown yang lebih lama dan lebih ketat, diharapkan setelah Lockdown penjualan diharapkan akan meningkat,” paparnya.

Dari sisi kinerja keuangan, Direktur perseroan.Arlina Sofia mengatakan pada semester pertama 2020 Nippon Indosari Corpindo mencatatkan kinerja positif dengan raihan penjualan bersih mencapai Rp1,67 triliun, meningkat 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut didukung dengan pertumbuhan signifikan pada kanal tradisional (General Trade) hingga 30% secara tahunan menjadi Rp 455 miliar.

Sementara itu, kanal modern (Modern Trade) tetap menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan semester pertama tahun 2020 dengan membukukan Rp1,17 triliun penjualan dari 35.000 gerai minimarket, supermarket dan hypermarket di seluruh Indonesia. Capaian Ebitda perseroan juga meningkat 17,5%  menjadi Rp 224.3 miliar dibandingkan periode sebelumnya sebagai hasil dari efisiensi operasional khususnya pengelolaan transportasi logistik serta belanja iklan dan promosi.

“Bahkan setelah beban depresiasi, bunga pinjaman, dan pajak, perseroan tetap dapat menjaga profit margin yang sehat pada kisaran 5,5%. Hingga akhirnya membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp 91,44 miliar,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN