Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sido Muncul. Foto: IST

Sido Muncul. Foto: IST

Sido Muncul akan Jual Saham Hasil 'Buyback'

Minggu, 17 Januari 2021 | 23:07 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana menjual saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak 229,77 juta saham atau setara dengan 0,8% dari modal disetor.

Aksi korporasi tersebut akan digelar pada 28 Januari 2021 hingga 25 Februari 2022. “Pelaksanaan penjualan saham buyback tersebut akan mengikuti peraturan yang ada,” jelas manajemen Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Penjualan saham tersebut disampaikan dalam surat perseroan pada 21 Juli 2020 dengan Nomor 020/SM-DIR/OJK/VII/2020 perihal perpanjangan waktu pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul. Agar aksi korporasi tersebut berjalan lancar, perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas untuk melakukan pengalihan atau penjualan saham tersebut.

Berdasarkan data RTI, pengendali saham perseroan adalah PT Hotel Candi Baru dengan saham sebanyak 24,3 miliar saham atau setara dengan 81%. Kemudian, investor publik dengan kepemilikan sebanyak 5,47 miliar saham atau setara dengan 18,2%. Sedangkan saham treasury yang dikuasai perseroan saat ini adalah 229,77 juta saham atau setara dengan 0,8%.

Rencana Bisnis 2021

Sementara itu, Direktur Utama Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul David Hidayat mengatakan, bisnis perseroan tahun ini akan ditopang peningkatan kesadaran masyarakat terahadap kesehatan setelah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut membuat masyarakat kembali melirik produk obat-obatan dan minuman alami sebagai pilihan utama.

Dengan kondisi tersebut, perseroan akan meluncurkan beberapa produk minuman dan suplemen baru tahun ini. Selain itu, perseroan berencana mengaktifkan unit bisnis ekstraksi untuk Business to Business. Selain itu, perseroan akan melakukan pengembangan pada pasar ekspor dengan negara tujuan baru.

“Demi memuluskan rencana tersebut, kami menganggarkan belanja modal sebanyak Rp 135 miliar yang berasal dari kas internal. Belanja modal ini akan digunakan untuk modal kerja dan sejumlah investasi seperti ekspansi,” ujarnya kepada Investor Daily.

Secara rinci David memaparkan, ekspansi yang dimaksud yakni penyelesaian fasilitas produksi cairan obat dalam II yang dapat digunakan untuk memproduksi jamu cair selain Tolak Angin dan juga menambah fasilitas produksi untuk proses distilasi di unit ekstraksi.

Sebagai informasi, pada 2020, perseroan telah membagikan dividen dengan total mencapai Rp 372,1 miliar atau setara dengan Rp 12,5 per saham. Pembagian dividen telah dilaksanakan pada tanggal 18 November 2020. Aksi korporasi ini didasari oleh raihan laba bersih pada semester pertama 2020, yakni sebesar Rp 413,79 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN