Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

Sigmagold Jadi Emiten Keenam yang Delisting Tahun Ini

Thereis Love Kalla, Minggu, 13 Oktober 2019 | 18:49 WIB

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus pencatatan (delisting) saham PT Sigmagold Inti Perkasa (TMPI) yang mulai efektif pada 11 November 2019. Delisting tersebut akan didahului oleh perdagangan di pasar negosiasi yang akan berlangsung sampai dengan 8 November 2019.

"BEI memutuskan penghapusan pencatatan efek Sigmagold Inti Perkasa dari BEI, efektif mulai tanggal 11 November 2019," tulis Kepala Divisi Penilaian Perusahaan II BEI Vera Florida dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Berdasarkan peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, BEI menghapus saham perusahaan tercatat apabila mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan. Kondisi yang dimaksud, baik secara finansial atau hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Sebelumnya, perdagangan saham Sigmagold berkode TMPI di pasar reguler dan pasar tunai telah dihentikan sementara atau suspensi oleh BEI sejak 3 Juli 2017. Hingga saat ini, BEI belum membuka kembali suspensi terhadap saham TMPI.

Tercatat, pada tahun ini, BEI telah melakukan suspensi terhadap perdagangan TMPI sebanyak empat kali. Sebelumnya, BEI juga melakukan suspensi TMPI pada 18 Februari, 26 Februari, 1 Juli, dan 30 Juli.

Suspensi dilakukan karena Sigmagold belum membayar denda, sekaligus belum membayar biaya pencatatan tahunan, dan tidak menggelar public expose, serta telat menyampaikan laporan keuangan.

Sigmagold Inti Perkasa akan menjadi emiten keenam yang delisting dari BEI tahun ini. Lima emiten yang sebelumnya delisting adalah PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP), PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP), PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA), dan PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK). Tiga dari lima emiten yang delisting tersebut merupakan delisting paksa oleh BEI, yakni Sekawan, Grahamas, dan Bara Jaya.

Merujuk pada laporan keuangan pada semester I-2018, Sigmagold mencatat penurunan pendapatan sebesar 41,35% menjadi Rp 27,6 miliar dibandingkan periode sama 2017 yang sebesar Rp 47,06 miliar. Sementara, perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp 11,82 miliar pada semester I-2018, lebih besar dibandingkan pada periode semester I-2017 yang sebesar Rp 1,35 miliar.

Sigmagold Inti Perkasa yang sebelumnya bernama PT Agis Tbk adalah sebuah perusahaan induk berbasis di Indonesia yang memiliki investasi di bidang distribusi dan retail elektronik konsumen, peralatan rumah tangga, perangkat komputasi dan multimedia, serta produk dan layanan telekomunikasi, logistik, layanan purnajual, dan layanan multimedia.

Perusahaan mewakili Sony, Indovision, dan merek internasional lain di lebih dari 1.000 toko ritel di Indonesia. Jaringan layanan purna jualnya menjangkau lebih dari 25 pusat layanan di seluruh Indonesia. Sejak 31 Desember 2011, perusahaan ini memiliki dua anak perusahaan langsung, yakni PT Agis Electronic dan PT Agis Mitra Mandiri, yang masing-masing bergerak dalam perdagangan elektronik dan konstruksi, perdagangan, dan lain-lain.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA