Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya (kiri) berbincang dengan CFO Siloam Hospitals Daniel Phua usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Siloam International Hospitals di Karawaci, Banten, Selasa (7/7/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/ Mohammad Defrizal

Direktur Utama PT Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya (kiri) berbincang dengan CFO Siloam Hospitals Daniel Phua usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Siloam International Hospitals di Karawaci, Banten, Selasa (7/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/ Mohammad Defrizal

Siloam Hospitals Lanjutkan Ekspansi Saat Pandemi

Selasa, 7 Juli 2020 | 16:49 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

TANGERANG, Investor.id - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 300-400 miliar tahun ini. Anggaran tersebut difokuskan untuk membangun 2-3 rumah sakit baru dan pengadaan fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

Direktur Keuangan Siloam International Hospitals Daniel Phua mengatakan, kini, perseroan cenderung selektif dalam membangun rumah sakit. Pada semester I-2020, perseroan telah mengoperasikan Siloam Mampang, Jakarta. Kemudian, perseroan bersiap membuka rumah sakit di Ambon dan Maluku pada semester II ini.

“Kami memilih Ambon karena di sana fasilitas rumah sakitnya belum banyak. Setelah di Ambon, nanti kami cari kota lain lagi tapi sekarang belum ditetapkan,” jelas dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Lippo Village, Tangerang, Selasa (7/7).

Direktur Utama PT Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya (kiri) berbincang dengan CFO Siloam Hospitals Daniel Phua usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Siloam International Hospitals di Karawaci, Banten, Selasa (7/7/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/ Mohammad Defrizal
Direktur Utama PT Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya (kiri) berbincang dengan CFO Siloam Hospitals Daniel Phua usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Siloam International Hospitals di Karawaci, Banten, Selasa (7/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/ Mohammad Defrizal

Selain Siloam Mampang, rumah sakit perseroan yang khusus didedikasikan sebagai rujukan penanganan Covid-19 adalah Siloam Kelapa Dua, Tangerang dan Siloam Paal Dua, Manado. Tak ketinggalan, perseroan juga memiliki swab testing yang lengkap, mulai dari pengambilan sampel hingga pemeriksaan di laboratorium yang memiliki polymerase chain reaction (PCR) masal.

Menurut Daniel, tujuan operasional rumah sakit khusus pasien Covid-19 adalah menghindari kontaminasi virus di rumah sakit umum perseroan. Manajemen juga memastikan setiap pasien rumah sakit umum bebas dari Covid-19. Sehingga pelayanan kepada pasien non-corona tetap berjalan.

Sementara itu, perseroan melanjutkan strategi meningkatkan (ramping up) profitabilitas pada 14 rumah sakitnya. Sebagai informasi, setiap rumah sakit diperkirakan baru mampu membukukan keuntungan setelah dua atau tiga tahun berdiri. Dengan demikian, rumah sakit Siloam yang masuk dalam segmen ramping up merupakan rumah sakit yang dibuka pada periode 2016-2019.

Secara terperinci, SH Buton, Sulawesi dan SH Labuan Bajo, Nusa Tengara Timur (NTT) yang dibuka 2016. SH Bogor, Jawa Barat, SH Siloam Bangka, Bangka Belitung, RS Siloam Yogyakarta, Jawa Tengah, SH Siloam Medika Blu Plaza, dan RS Umum Sentosa, Jawa Barat yang dibuka pada 2017.

Sementara rumah sakit yang dibuka pada 2018, yaitu RS Siloam Lubuk Linggau, Sumatera, SH Jember, Jawa Timur, SH Semarang, Jawa Barat, dan SH Palangka Raya, Kalimantan. Sedangkan yang dibuka pada 2019 yakni RSU Kelapa Dua, Tangerang, RSU Syubannul Wathon, Jawa Barat, dan Siloam Paal Dua, Sulawesi Utara.

“Pada kuartal IV-2019, dua dari rumah sakit pada segmen ini telah mencetak EBITDA positif, dan lima rumah sakit mengalami kerugian EBITDA di bawah Rp 2 miliar. Jadi yang manajemen lakukan adalah menekan efisiensi biaya,” jelas Daniel.

Pada saat yang sama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya menambahkan, manajemen telah berhasil menumbuhkan pendapatan di seluruh unit rumah sakit sepanjang tahun lalu. Strategi direksi untuk fokus dalam monetisasi aset yang ada dan menerapkan ekpansi selektif mulai membuahkan hasil.

“Manajemen telah menyiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan. Manajemen akan terus menerapkan tindakan yang tepat untuk menghadapi tantangan yang diberikan oleh Covid-19,” ujar dia.

RUPST Siloam tidak mengagendakan perubahan direksi ataupun komisaris. Jajaran dewan komisaris adalah Presiden Komisaris John Riady, Komisaris DR. Lim Suet Wun, Komisaris Andy Nugroho Purwohardono, serta tiga komisaris independen, yakni Kartini Syahrir, Rosa Ginting, dan Peter Chambers.

Sementara pada jajaran direksi, selain Ketut Budi Wijaya dan Daniel Phua, terdapat Wakil Presiden Direktur Caroline Riady, dan enam direktur lain yakni dr. Grace Frelita Indradjaja, dr. Anang Prayudi, Atiff Ibrahim Gill, Ryanto Marino Tedjomulja, Monica Lembong, dan Mona Kartikasari Jonathan.

Saat ini, Siloam Hospitals mengelola dan mengoperasikan 37 rumah sakit, terdiri dari 13 rumah sakit di kawasan Jabodetabek dan 24 rumah sakit yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Total kapasitas tempat tidur Siloam mencapai 7.682, dan total tempat tidur operasional 3.679. Perseroan memiliki dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi sebanyak 3.184 yang dibantu 7.660 perawat dan tenaga medis.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN