Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CCB Indonesia. Foto: Perseroan.

CCB Indonesia. Foto: Perseroan.

Sinar Mas Siap Masuk ke China Construction Bank Indonesia

Gita Rossiana, Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:56 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk atau CCB Indonesia (MCOR) berencana melangsungkan penawaran umum terbatas (PUT) V atau rights issue dengan melepas 32 miliar saham baru atau setara 65,8%. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi tersebut.

China Construction Bank (CCB) Corporation selaku pemegang saham utama CCB Indonesia menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan kepemilikan saham. Sementara, jika pemegang saham lama tidak mengeksekusi haknya, kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimal 65,8%.

"Kemudian, apabila masih ada sisa saham baru yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham atau pemegang hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), maka Sinar Mas Multiartha yang akan mengambil seluruh sisa saham baru tersebut," ungkap manajemen CCB Indonesia dalam pengumuman resmi yang dikutip Investor Daily, Kamis (17/10).

Dengan perhitungan apabila seluruh pemegang saham mengeksekusi haknya, maka struktur kepemilikan saham tidak akan mengalami perubahan. Saat ini, CCB Corporation menguasai 60% saham CCB Indonesia, Jhonny Wiraatmadja 21,32%, Kiki Hamidjaja 5,21%, dan masyarakat 13,47%.

Namun, apabila pemegang saham tidak melaksanakan seluruh haknya, struktur kepemilikan saham akan berubah. Sinar Mas Multiartha selaku pembeli siaga akan memiliki 8,86% saham dan kepemilikan masyarakat akan terdilusi menjadi 4,61%. Sedangkan kepemilikan pemegang saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Adapun pernyataan efektif rights issue diharapkan bisa diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 November 2019. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 11 Desember 2019.

Sesuai rencana, dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. CCB Indonesia berencana naik kelas ke BUKU III dengan modal inti di atas Rp 5 triliun.

Sekretaris Perusahaan CCB Indonesia Andreas Basuki mengatakan, perseroan menargetkan perolehan dana Rp 3,2 triliun dari rights issue tersebut. Dengan adanya tambahan dana tersebut diharapkan bisa mendukung perseroan menjadi BUKU III karena modal inti perseroan baru mencapai Rp 2,1 triliun.

Dengan menjadi BUKU III, perseroan masih akan mengembangkan bisnis sebelumnya. "Strategi kami masih sama untuk mengembangkan corporate banking, SME, dan konsumer," ucap dia.

Sebelumnya, CCB Indonesia menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) senilai US$ 50 juta atau setara dengan Rp 700 miliar untuk memperkuat modal perseroan. Besaran subdebt ini adalah 29,28% dari jumlah ekuitas perusahaan per 31 Agustus 2018. Subdebt tersebut dibeli oleh CCB Corporation.

Dalam penerbitan subdebt tersebut, CCB Trustee Co Ltd bertindak sebagai kustodian, serta jasa agen fiskal dan agen pembayar. CCB Trustee dimiliki oleh China Construction Bank (Asia) yang dikendalikan oleh CCB Corporation. Sebagai informasi, CCB Indonesia adalah bank hasil merger antara PT Bank Windu Kentjana International Tbk dan PT Bank Antardaerah pada 30 November 2016.

Saat ini, CCB Indonesia memiliki 95 kantor yang tersebar di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar Bali, Mataram, Palembang, Bandar Lampung, Batam, Pekanbaru, Pontianak, Makassar, dan Pangkal Pinang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA